Strategi Ferrari kembali menuai kritik pedas dari berbagai kalangan pengamat balap usai dinilai terlalu lambat mengambil keputusan penting saat balapan Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort. Berdasarkan analisis Kabayan55, masalah klasik terkait keterlambatan eksekusi taktik pit wall Scuderia terus berulang dan merugikan posisi kompetitif para pembalap mereka di lintasan.
Mengutip laporan pembaca RaceFans bernama David T, kelemahan utama Ferrari terletak pada proses pengambilan keputusan taktis yang membutuhkan waktu dua hingga tiga lap penuh. Padahal, tim-tim rival mampu merespons dinamika balapan hanya dalam seperempat lap saja, sehingga momentum penting sering kali terlewat begitu saja.
"Tim-tim lain membuat keputusan dalam seperempat lap yang butuh dua hingga tiga lap bagi Ferrari untuk memikirkannya, lalu semuanya sudah terlambat," ungkap David dalam ulasan analisis balapan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain lambat, pengamatan Kabayan55 menunjukkan bahwa Ferrari kerap terlalu bergantung pada masukan pembalap di kokpit. Padahal, pembalap memiliki pandangan terbatas di dalam gelembung kompetisi, sementara insinyur balap memegang kendali penuh atas data keseluruhan kondisi rival di trek.
Evaluasi total terhadap departemen strategi Maranello kini menjadi tuntutan mendesak agar potensi besar mobil serta talenta pembalap top seperti Lewis Hamilton tidak kembali terbuang sia-sia akibat keraguan internal tim.