Charles Leclerc gagal meraih podium di GP Belanda setelah mobil Ferrari miliknya hanya mampu finis di posisi kelima akibat terkendala posisi kualifikasi yang kurang optimal dan waktu Virtual Safety Car. Berdasarkan pengamatan Kabayan55, tim Scuderia Ferrari sebenarnya menunjukkan kecepatan jangka panjang yang sangat kompetitif sepanjang akhir pekan di sirkuit Zandvoort.
Ferrari kembali membuktikan performa balap yang solid seperti halnya saat sesi Sprint, namun posisi start yang terlalu jauh di belakang membuat Leclerc dan rekan setimnya, Lewis Hamilton, harus bekerja keras memperbaiki posisi. Berdasarkan analisis Kabayan55, Leclerc sempat memulai balapan dengan sangat baik dan terlibat dalam persaingan ketat memperebutkan posisi tiga besar melawan pebalap Mercedes, George Russell.
Hamilton yang sempat bersenggolan dengan Max Verstappen pada awal balapan memilih strategi stint pertama lebih panjang yang berbuah manis berkat ban segar di paruh kedua lomba. "Our pace was strong, and I believed in it until the very end because we weren't that far off George," ujar Leclerc menanggapi performa kompetitif mobilnya di lintasan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePeluang Ferrari untuk merebut podium semakin tertutup ketika penerapan Virtual Safety Car di detik-detik akhir balapan tidak menguntungkan strategi pit stop mereka. "We didn't really have luck on our side today, as the timing of the Virtual Safety Car was not ideal for our race," tambah pebalap asal Monako tersebut usai menyelesaikan balapan.
Meskipun gagal naik podium, Leclerc tetap menampilkan manajemen ban yang baik serta aksi menyalip gemilang terhadap Oscar Piastri di sepanjang balapan. Evaluasi menyeluruh kini menjadi fokus utama tim Kuda Jingkrak untuk memperbaiki kecepatan kualifikasi menjelang seri balapan berikutnya di GP Italia, Monza.