Sebagaimana diwartakan oleh Harian Haluan Riau, Federasi Bulutangkis Dunia merilis berbagai catatan dan statistik menarik dari perhelatan akbar cabang olahraga bulutangkis selama Olimpiade Tokyo 2020 melalui situs resmi mereka.
Berdasarkan rekam jejak dalam angka tersebut, turnamen bergengsi yang dihelat di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, selama 10 hari kompetisi ini menyajikan total 208 pertandingan dengan partisipasi sebanyak 172 atlet dari 49 negara.
Salah satu sorotan utama dalam catatan BWF tertuju pada ganda putri andalan Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, yang sukses menorehkan rekor fantastis dalam perjalanan mereka meraih medali emas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan media, duel sengit antara Greysia/Apriyani melawan wakil Tiongkok Du Yue/Li Yin Hui mencatatkan durasi pertandingan terlama sepanjang turnamen, yakni mencapai 100 menit atau 1 jam 40 menit.
Pertandingan epik tersebut juga melahirkan rekor reli terpanjang dalam satu poin dengan catatan 101 pukulan yang terjadi pada gim ketiga di babak perempat final.
Tidak hanya itu, Greysia Polii juga menorehkan rekor tersendiri sebagai salah satu atlet tertua peraih medali emas di cabang bulutangkis dalam usia 33 tahun, tepat sembilan hari sebelum merayakan ulang tahunnya yang ke-34.
Dari total keseluruhan statistik, tercatat sebanyak 3.014 kok digunakan selama turnamen berlangsung, dengan 895 kok di antaranya dihabiskan khusus pada nomor tunggal putra.
Sistem peninjauan ulang atau instant review juga menjadi bagian krusial dengan total 395 penggunaan, di mana sektor tunggal putra menjadi yang paling sering mengajukan challenge sebanyak 112 kali.
Sementara itu, rekor poin terbanyak dalam nomor tunggal putri mencapai 3.991 poin, sedangkan pada nomor ganda diraih oleh pasangan ganda campuran Tiongkok Wang Yi Lyu dan Huang Dong Ping dengan 293 poin.
Catatan BWF Olimpiade Tokyo 2020 ini tidak hanya merangkum ketatnya persaingan kelas dunia, tetapi juga mengabadikan momen-momen bersejarah yang membanggakan bagi dunia bulutangkis Indonesia.