Sebagaimana diwartakan, tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara sukses menunjukkan taringnya dengan saling berbagi medali emas di nomor Down River Race (DRR) kategori R6 cabang olahraga arung jeram.
Berdasarkan laporan di lapangan, perlombaan yang berlangsung sengit di Sungai Alas Ketambe, Aceh Tenggara, tersebut memperlihatkan dominasi tuan rumah di mana Aceh sukses merajai sektor putra, sementara Sumatera Utara menguasai sektor putri.
Bagi kontingen Aceh, raihan emas ini terasa sangat emosional dan bersejarah karena cabang olahraga arung jeram untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam ajang multieven olahraga nasional terbesar di tanah air.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePj Bupati Aceh Tenggara, Drs. Syakir, M.Si., bahkan sempat meneteskan air mata haru ketika memantau langsung hari pertama perlombaan dan mendengar kabar kemenangan tim putra daerahnya.
Mengutip pernyataan resmi dari sang kepala daerah, "Saya terharu akhirnya emas pertama arung jeram bisa diraih oleh Aceh. Bangga, karena kami sebagai tuan rumah turut ikut menyumbangkan medali emas."
Tim putra Aceh berhasil mengunci medali emas usai mencatatkan waktu tercepat 20 menit 45,05 detik setelah menempuh jarak sekitar 4 kilometer, mengungguli Sumatera Utara di posisi kedua serta Kalimantan Selatan di tempat ketiga.
Sementara itu, giliran srikandi Sumatera Utara yang unjuk gigi di sektor putri dengan membukukan waktu tercepat 22 menit 17,74 detik, memupus asa tim putri Aceh yang harus puas menduduki peringkat kedua dan meraih medali perak.
Pertandingan seru pada hari pertama tersebut sempat mengalami penundaan selama 4,5 jam akibat meningkatnya debit air Sungai Alas setelah kawasan Taman Nasional Gunung Leuser diguyur hujan deras semalaman.
Race Director perlombaan, Joni Kurniawan, menyatakan bahwa penundaan tersebut wajib dilakukan demi mengutamakan keselamatan para atlet mengingat skala Tinggi Muka Air sempat berada di atas batas normal.
Meski sempat tertunda beberapa jam, rangkaian perlombaan akhirnya tetap berjalan lancar setelah permukaan air berangsur surut dan memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan panitia pelaksana.