Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Dorong Budaya Literasi, Guru SMP di...
NASIONAL

Dorong Budaya Literasi, Guru SMP di Kudus Ikuti Pelatihan Fiksi Mini

By Septy Nusaira Gehntari 2 min read 28 Agustus 2026
Guru SMP di Kudus antusias ikuti pelatihan fiksi mini untuk perkuat literasi

Guru SMP di Kudus antusias ikuti pelatihan fiksi mini untuk perkuat literasi

Upaya nyata dalam mendongkrak budaya literasi di Kabupaten Kudus terus digencarkan melalui berbagai program kreatif. Sebagaimana diwartakan, kegiatan bertajuk In House Training dengan fokus pelatihan menulis fiksi mini belum lama ini digelar di SMP 1 Jati, Kudus.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh para pendidik dari tuan rumah saja, melainkan juga melibatkan guru-guru dari berbagai SMP baik negeri maupun swasta di wilayah Kudus guna memperluas jangkauan gerakan literasi.

Bunda Literasi Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani Sam'ani Intakoris, menyampaikan bahwa program tersebut dihadirkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat gerakan literasi dengan menjadikan para guru sebagai teladan utama bagi peserta didik.

Menurutnya, kemampuan menulis yang baik tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan membaca yang kuat. Oleh karena itu, seorang tenaga pendidik wajib memiliki minat baca yang tinggi sebelum akhirnya mengajak para siswa untuk mencintai dunia literasi.

"Ketika menulis pasti harus membaca dulu. Minat baca guru harus menjadi teladan anak didiknya. Sebelum mengajak anak-anak, guru juga harus mempunyai minat baca yang patut diteladani," ungkap Endhah dalam keterangannya.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan budaya membaca dan menulis perlu dilakukan secara kolektif dengan melibatkan berbagai elemen mulai dari lingkungan sekolah, perpustakaan, hingga taman bacaan masyarakat agar dampaknya semakin luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, menegaskan bahwa peningkatan literasi merupakan agenda besar yang menuntut adanya kolaborasi lintas sektor yang kuat di berbagai lini pemerintahan.

Dikutip dari laporan media, pihaknya terus menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Organisasi Perangkat Daerah lainnya untuk bersama-sama mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat atau IPLM.

"Kita kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, dengan Dispermades, kemudian dengan OPD yang lainnya untuk semua bergerak meningkatkan IPLM, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat," jelas Rahmah.

Ia menekankan bahwa kenaikan IPLM menjadi salah satu tolok ukur kinerja pemerintah dalam membudayakan literasi, yang salah satunya ditempuh melalui pengembangan dan pemerataan fasilitas perpustakaan di berbagai tingkatan.

Menurut Rahmah, setiap wilayah harus memiliki akses perpustakaan yang memadai, mulai dari perpustakaan umum, perpustakaan khusus, hingga perpustakaan sekolah dan desa yang aktif melayani kebutuhan literasi masyarakat.

Lebih lanjut, ia mendorong agar perpustakaan sekolah tidak hanya berfokus pada internal siswa, tetapi juga mampu merangkul masyarakat di sekitar sekolah untuk memanfaatkan koleksi fisik maupun digital secara maksimal.

Topics
literasi kudus guru smp pelatihan fiksi mini bunda literasi dinas arsip dan perpustakaan pendidikan kudus jawa tengah
Jurnalis & Analis

Septy Nusaira Gehntari adalah jurnalis yang memiliki ketajaman analisis dalam berbagai isu. Ia dikenal dengan pendekatan humanis dalam menulis dan kemampuannya menyajikan berita kompleks menjadi mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.