Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya buka suara merespons polemik di balik lawatan mendadak Direktur CIA John Ratcliffe ke ibu kota Rusia, Moskow, yang sempat memicu berbagai spekulasi global.
Sebagaimana diwartakan oleh media massa, Trump menyebut perjalanan dinas kepala badan intelijen Amerika Serikat tersebut sebagai agenda yang bersifat sangat lumrah dan semi-rutin.
Mengutip laporan dari media asing, kedatangan pejabat tinggi intelijen AS ke wilayah Rusia merupakan sebuah momen yang tergolong sangat jarang terjadi dalam dinamika diplomasi modern.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam sebuah wawancara radio, Trump dengan tegas membantah berbagai spekulasi liar yang menyebutkan bahwa kedatangan Ratcliffe bertujuan untuk memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin ataupun membahas kerja sama sanksi internasional.
"Tidak satu pun dari itu," ujar Trump saat menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang di tengah publik internasional mengenai maksud kedatangan orang nomor satu di CIA tersebut.
Berdasarkan laporan Wall Street Journal, kunjungan mendadak ini sempat dikaitkan dengan upaya Washington memperingatkan Moskow agar tidak melancarkan agresi terhadap negara-negara anggota NATO.
Kendati demikian, pihak Kremlin melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, mengonfirmasi kehadiran Ratcliffe di Moskow namun menegaskan bahwa tidak ada agenda pertemuan apa pun dengan Vladimir Putin.
Peskov menambahkan bahwa komunikasi melalui jalur intelijen tetap dipandang sebagai hal yang positif dan lazim dilakukan, meskipun hubungan bilateral kedua negara adidaya tersebut tengah berada dalam fase krisis mendalam.