Jon Stewart membedah dinamika kekuasaan budaya saat berbincang dengan mantan ibu negara Michelle Obama dalam siniar IMO mengenai serangan Presiden Donald Trump terhadap program televisi malam hari. Pembawa acara The Daily Show tersebut menyoroti bagaimana seorang pemimpin dengan kekuasaan besar justru merasa terancam oleh satire dan komentar televisi.
"Ada hal yang lebih rapuh daripada seseorang memegang kekuasaan nyata, yang merasa kekuasaan tersebut berkurang oleh satire atau komentar," ujar Stewart dalam percakapan bersama Michelle Obama dan Craig Robinson. Ia menilai ada kerapuhan yang mengejutkan dari sosok yang ingin memproyeksikan dominasi pria alfa namun hancur oleh acara televisi larut malam.
Komentar tersebut muncul di tengah aksi beruntun Donald Trump yang melancarkan kritik tajam terhadap sejumlah komedian televisi terkemuka. Presiden AS itu sempat merayakan pembatalan program CBS milik Stephen Colbert, melontarkan kritik kepada Jimmy Fallon, menyerang Seth Meyers, serta mendesak pemecatan Jimmy Kimmel dari ABC.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerseteruan antara pemerintah dan industri penyiaran semakin memanas setelah Federal Communications Commission (FCC) meluncurkan peninjauan awal terhadap lisensi siaran ABC pada April lalu. Induk perusahaan ABC, Disney, kemudian menggugat FCC karena menilai penyelidikan tersebut merupakan bentuk pembalasan atas muatan program yang tidak disukai pemerintah.
Disney Gugat FCC dan Soroti Polemik Kebebasan Siaran
Gugatan hukum yang dilayangkan oleh Disney terhadap FCC berakar dari pernyataan kontroversial Ketua FCC Brendan Carr terkait kewajiban penyiaran demi kepentingan publik. Disney mengeklaim bahwa langkah peninjauan lisensi penyiaran tersebut bermotif politik menyusul komentar kontroversial Jimmy Kimmel mengenai pembunuhan Charlie Kirk.
Brendan Carr sebelumnya membantah bahwa lembaga yang dipimpinnya bertindak sebagai polisi ucapan dalam wawancara dengan Politico bulan lalu. Kendati demikian, ia bersikeras bahwa lembaga penyiaran tetap memiliki kewajiban moral serta regulasi untuk memajukan kepentingan publik secara adil dan transparan.
Di sisi lain, Jon Stewart mengakui bahwa sikap agresif yang ditunjukkan oleh Donald Trump secara tidak langsung justru mengembalikan relevansi acara televisi malam hari di tengah masyarakat. Para komedian dan program bincang-bincang malam kini kembali berada di garis depan diskursus politik nasional Amerika Serikat.
Hingga kini, tensi antara kubu Gedung Putih dan industri pertelevisian terus berlanjut seiring dengan langkah hukum yang ditempuh oleh perusahaan media besar untuk melindungi kebebasan berpendapat dan operasional penyiaran mereka.