Fokus Amerika Serikat yang beralih ke China berpotensi mengubah peran Norwegia dalam kerja sama keamanan bilateral di kawasan Arktik menurut peneliti Beate Steinveg dari Nord University.
Berdasarkan analisis Kabayan News, Norwegia selama ini memegang peran krusial bagi Washington melalui kontribusi berbagi intelijen serta pemantauan aktivitas Rusia di High North.
Sebagaimana dilaporkan oleh High North News, Beate Steinveg melakukan penelitian di Washington D.C. pada Desember 2025 guna mengkaji dampak persaingan kekuatan besar terhadap kemitraan keamanan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan dari sang peneliti, Amerika Serikat tidak lagi memandang Rusia sebagai ancaman utama seperti era Perang Dingin karena menganggap Moskow telah melemah akibat perang di Ukraina.
Di sisi lain, Washington kini jauh lebih memusatkan perhatian pada aktivitas China di kawasan Arktik, sementara bagi Eropa dan Norwegia, Rusia tetap menjadi fokus utama pertahanan nasional.
Perbedaan sudut pandang strategis ini dinilai dapat mendorong Norwegia untuk memberikan kontribusi lebih besar dalam mengawasi kepentingan China demi menjaga keberlanjutan aliansi.