Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Enam Bulan Perang Iran, Selat Hormuz...
INTERNASIONAL

Enam Bulan Perang Iran, Selat Hormuz Lumpuh dan Pelaut Terjebak

By Nusman Rawayandi Hagimutar 2 min read 25 Agustus 2026
Selat Hormuz lumpuh total dan ribuan pelaut terjebak akibat perang Iran

Selat Hormuz lumpuh total dan ribuan pelaut terjebak akibat perang Iran

Berdasarkan laporan AFP, Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi global hingga kini masih mengalami kelumpuhan total menyusul konflik berkepanjangan yang telah memasuki bulan keenam. Sebelum Iran menutup jalur pelayaran strategis tersebut sebagai respons atas serangan militer gabungan, sekitar seperlima dari pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia rutin melintasi perairan sempit ini setiap harinya.

Sebagaimana diwartakan oleh media setempat, analisis data dari lembaga pelacakan maritim Kpler menunjukkan bahwa rata-rata pelintasan kapal pengangkut komoditas merosot tajam dari 95 kapal per hari pada bulan Februari menjadi hanya sekitar 10 kapal saja setelah penutupan resmi pada awal Maret lalu. Meskipun sempat terjadi lonjakan sementara menyusul kesepakatan damai pada bulan Juni, situasi kembali memburuk pasca pecahnya kembali pertempuran pada Juli lalu.

Mengutip laporan media, Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 500 kapal beserta 6,000 pelaut yang masih tertahan di kawasan Teluk di tengah ancaman zona bahaya dan ranjau laut. Upaya evakuasi yang sempat diinisiasi oleh badan PBB tersebut terpaksa ditangguhkan menyusul insiden serangan terhadap kapal, sementara korban jiwa dari kalangan pekerja pelabuhan dan pelaut dilaporkan terus berjatuhan selama enam bulan terakhir.

Topics
selat hormuz perang iran timur tengah pelaut terjebak blokade maritim imo kpler
Koresponden Internasional

Nusman Rawayandi Hagimutar adalah koresponden yang meliput isu-isu internasional dan geopolitik. Dengan pengalaman meliput berbagai peristiwa global, ia menyajikan berita dunia dengan perspektif yang mendalam dan relevan bagi pembaca Indonesia.