Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Ancaman AS, Beri Tenggat Waktu...
INTERNASIONAL

Ancaman AS, Beri Tenggat Waktu Negara Mitra untuk Putus Bisnis dengan Iran

By Nusman Rawayandi Hagimutar 2 min read 25 Agustus 2026
Amerika Serikat beri tenggat waktu bagi negara mitra untuk putus hubungan bisnis dengan Iran

Amerika Serikat beri tenggat waktu bagi negara mitra untuk putus hubungan bisnis dengan Iran

Sebagaimana diwartakan dalam laporan media internasional, ketegangan geopolitik kembali memanas setelah pemerintah Amerika Serikat mengumumkan babak baru tekanan ekonomi yang lebih agresif terhadap Iran. Washington memberikan ultimatum kepada berbagai negara, bank, serta perusahaan global untuk segera menghentikan aktivitas perdagangan dan hubungan finansial dengan Teerã.

Berdasarkan pernyataan resmi dari Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent, langkah ini dirancang untuk memperketat isolasi finansial serta mempercepat penyelesaian konflik bersenjata yang telah berlangsung selama hampir enam bulan terakhir. Pihak Departemen Keuangan AS bahkan menyebut operasi penekanan ini sebagai "Hari D ekonomi" yang menyasar langsung jaringan pendanaan rezim Iran.

Dalam keterangannya, Bessent menegaskan bahwa para mitra dagang Teerã akan diberikan batas waktu tertentu untuk menyesuaikan diri dan memutus ikatan ekonomi. "Kami meluncurkan ofensif terhadap koneksi keuangan Iran di seluruh dunia", ujar Bessent sebagaimana diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, seraya menekankan bahwa pihak yang mengabaikan peringatan tersebut bakal menghadapi sanksi sepihak.

Selain menargetkan individu maupun perusahaan perantara, strategi baru Gedung Bakti ini juga membidik lebih dari 60 entitas baru yang dinilai menjadi penopang utama perekonomian Iran. Fokus pengawasan ketat diarahkan pada lima sektor esensial, yakni aset digital dan kripto, teknologi tinggi, perdagangan emas, penerbangan, serta jalur transportasi maritim.

Kendati demikian, kebijakan keras ini memicu dilema besar terutama terkait hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Republik Rakyat Tiongkok yang merupakan pembeli utama minyak Iran. Pelaksanaan sanksi sekunder secara agresif dikhawatirkan dapat memicu gesekan langsung antar-ekonomi raksasa dunia sekaligus berdampak luas terhadap stabilitas sistem keuangan global.

Topics
amerika serikat iran sanksi ekonomi geopolitik hubungan internasional perdagangan global
Koresponden Internasional

Nusman Rawayandi Hagimutar adalah koresponden yang meliput isu-isu internasional dan geopolitik. Dengan pengalaman meliput berbagai peristiwa global, ia menyajikan berita dunia dengan perspektif yang mendalam dan relevan bagi pembaca Indonesia.