Berdasarkan laporan El Cronista, pasar keuangan di Argentina tengah diwarnai oleh dinamika menarik di mana para investor harus cermat memilih instrumen antara bonos CER atau surat utang suku bunga tetap. Keputusan ini sangat bergantung pada ekspektasi laju penurunan inflasi serta pergerakan volatilitas suku bunga jangka pendek di pasar domestik.
Sebagaimana diwartakan oleh media tersebut, analis dari berbagai lembaga keuangan terkemuka memberikan pandangan beragam terkait daya tarik kedua instrumen investasi berbasis mata uang peso ini. Sejumlah ahli menilai bahwa instrumen yang disesuaikan dengan indeks inflasi atau CER masih menawarkan perlindungan yang solid jika penurunan harga-harga berjalan lambat.
Di sisi lain, instrumen dengan suku bunga tetap dinilai lebih menjanjikan apabila proses disinflasi atau penurunan inflasi dapat berlangsung secara lebih agresif dan konsisten. "Kami melihat bahwa kurva CER menawarkan kinerja yang lebih baik hingga jatuh tempo dibandingkan alternatif suku bunga tetap jika inflasi bertahan di atas proyeksi pasar," ujar Alejandro Fagan selaku Strategist di Balanz sebagaimana dikutip dari laporan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeFluktuasi likuiditas serta kenaikan tingkat suku bunga dalam beberapa waktu terakhir turut mengubah peta persaingan imbal hasil obligasi jangka pendek hingga menengah. Oleh karena itu, para pelaku pasar dianjurkan untuk terus memantau indikator makroekonomi guna mengoptimalkan keuntungan portofolio mereka.