Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Kisah Sukses Franco Valente, Pabrik...
EKONOMI

Kisah Sukses Franco Valente, Pabrik Tekstil Tembus Krisis Berkat Investasi

By Asep Firdaus 3 min read 27 Agustus 2026
Franco Valente berhasil mencatat pertumbuhan penjualan di tengah krisis industri tekstil

Franco Valente berhasil mencatat pertumbuhan penjualan di tengah krisis industri tekstil

Di saat sebagian besar pelaku industri tekstil harus berjuang menghadapi hantaman krisis, penutupan pabrik, hingga ancaman kebangkrutan, merek handuk ternama Franco Valente justru mencatatkan kisah sukses yang berbeda. Sebagaimana diwartakan oleh media El Cronista, perusahaan ini justru mampu melaju kencang dan memperluas pangsa pasarnya di tengah pelemahan daya beli masyarakat serta derasnya arus barang impor.

Berdasarkan laporan dari media tersebut, lonjakan performa ini didorong oleh komitmen perusahaan yang telah merampungkan investasi bernilai sekitar USD 3 juta guna memodernisasi total pabrik mereka. Langkah strategis ini tidak diambil dalam waktu dekat, melainkan dirintis sejak beberapa tahun lalu ketika para petinggi perusahaan melakukan studi banding teknologi manufaktur langsung ke Turki dan Italia.

Transformasi besar-besaran tersebut sukses mendongkrak kapasitas produksi pabrik dari yang sebelumnya hanya sekitar 30.000 kilogram handuk per bulan menjadi kapasitas maksimal mencapai 200.000 kilogram. Meskipun sempat menghadapi tekanan berat akibat masuknya produk impor berbiaya rendah, direktur industri Rizo SA selaku induk usaha Franco Valente, Marcelo Olivero, menyatakan bahwa perusahaannya berhasil membalikkan keadaan.

"Dalam generalnya para importir menyerang produk massal karena mereka harus memutar inventaris," ujar Marcelo Olivero sebagaimana dikutip dari laporan media. Menurutnya, lini produk Franco Valente berhasil bertahan karena menawarkan kualitas yang lebih unggul, daya serap optimal, kelembutan, serta ketahanan produk yang sulit ditandingi oleh barang impor murah.

Kendati demikian, persaingan ketat akibat terbukanya keran impor tetap memaksa manajemen untuk melakukan penyesuaian internal yang ketat. Perusahaan memilih untuk menekan marjin keuntungan demi menghindari lonjakan harga jual ke konsumen, sembari terus menggenjot efisiensi operasional, mengevaluasi rantai pasok bahan baku, serta meningkatkan otomatisasi produksi pabrik.

Keberhasilan tersebut menciptakan kontras yang tajam dengan kondisi industri tekstil nasional secara umum yang kini tengah lesu akibat penurunan konsumsi domestik. Sebagai strategi lanjutan, Franco Valente kini mulai memperluas penetrasi pasar ke wilayah pedalaman di luar kawasan metropolitan yang persaingannya dinilai belum terlalu ketat.

Dengan dukungan dua pabrik utama yang berlokasi di San Martín serta pusat distribusi di Barracas yang melayani ratusan klien aktif, perusahaan saat ini masih menyisakan kapasitas produksi cadangan. Kapasitas idle tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi matang jika sewaktu-waktu perekonomian kembali stabil dan permintaan pasar melonjak drastis.

Topics
franco valente industri tekstil ekonomi bisnis manufaktur el cronista impor investasi
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Asep Firdaus adalah jurnalis yang mengkhususkan diri dalam bidang ekonomi dan bisnis. Ia memiliki pemahaman yang baik tentang dinamika pasar, kebijakan ekonomi, dan perkembangan industri, serta mampu menyajikannya dengan bahasa yang jelas dan mudah dicerna.