Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Dorong Transportasi Rendah Emisi,...
EKONOMI

Dorong Transportasi Rendah Emisi, Pemerintah Genjot Ekonomi Hijau

By Asep Firdaus 2 min read 28 Agustus 2026
Pemerintah memperkuat transportasi rendah emisi guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan target Net Zero Emission

Pemerintah memperkuat transportasi rendah emisi guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan target Net Zero Emission

Berdasarkan laporan media, Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 tanpa harus mengorbankan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui dorongan masif terhadap transisi energi yang berfokus pada pengurangan emisi sekaligus memperkuat ketahanan energi serta menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kegiatan The Big Idea Forum atau Indonesia Zero Emission Heavy-duty Vehicle Summit 2026 di Jakarta. Menurut laporan ekon.go.id, pertumbuhan ekonomi nasional pada semester pertama telah menyentuh angka 5,45 persen, menempatkan Indonesia di jajaran teratas negara-negara G20 dengan tingkat inflasi yang terkendali.

Menko Airlangga menjelaskan bahwa ketahanan energi merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Sebagaimana diwartakan, pemerintah secara konsisten melakukan diversifikasi sumber energi dan menekan ketergantungan impor melalui optimalisasi energi domestik serta penerapan bahan bakar Biodiesel 50 atau B50.

Kebijakan strategis tersebut terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga energi serta meredam tekanan inflasi domestik. Di sisi lain, sektor investasi dan industrialisasi juga mencatatkan performa gemilang dengan pertumbuhan investasi pada semester pertama 2026 mencapai sekitar 7,2 persen yang dimotori oleh sektor manufaktur.

Dalam sektor transportasi, pemerintah secara aktif mendorong pemanfaatan berbagai teknologi rendah emisi yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional setiap moda. Perluasan penggunaan B50 berjalan berdampingan dengan pengembangan kendaraan listrik, bahan bakar nabati, serta penerapan teknologi hidrogen untuk menekan emisi karbon.

Khusus pada segmen kendaraan penumpang, adopsi teknologi hybrid menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan sepanjang semester pertama 2026 dengan lonjakan mencapai 40 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Menko Airlangga menilai fluktuasi harga bahan bakar minyak nonsubsidi turut meningkatkan kesadaran masyarakat beralih ke kendaraan bertenaga listrik guna menekan biaya operasional.

Transformasi besar ini juga diiringi dengan penguatan ekosistem industri otomotif nasional yang mencakup peningkatan kapasitas produksi kendaraan, baterai, hingga komponen lokal. Pemerintah menyiapkan fasilitas pendukung guna memperkuat industri kendaraan nasional sekaligus mendongkrak tingkat kandungan dalam negeri dan nilai tambah ekonomi.

Menambahkan keterangan tersebut, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan bahwa transisi transportasi rendah emisi harus berjalan beriringan dengan penguatan rantai pasok nasional. Sebagaimana dikutip dari laporan resmi, transformasi ini tidak sekadar mengubah teknologi kendaraan, melainkan membangun ekosistem mandiri yang berdaya saing tinggi.

Topics
transportasi rendah emisi ekonomi berkelanjutan net zero emission airlangga hartarto kendaraan hybrid energi terbarukan kemenko perekonomian
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Asep Firdaus adalah jurnalis yang mengkhususkan diri dalam bidang ekonomi dan bisnis. Ia memiliki pemahaman yang baik tentang dinamika pasar, kebijakan ekonomi, dan perkembangan industri, serta mampu menyajikannya dengan bahasa yang jelas dan mudah dicerna.