Industri bioteknologi Amerika Serikat menghadapi momen penting setelah obat kanker buatan Tiongkok, ivonescimab, mengalahkan obat andalan Merck, Keytruda, dalam uji klinis langsung. Berdasarkan laporan American Affairs Journal, fenomena tersebut membuka mata para pelaku industri global bahwa Tiongkok tidak lagi sekadar mitra manufaktur pihak ketiga, melainkan kekuatan besar dalam pasar bioteknologi dunia.
Perubahan peta kekuatan global ini terlihat dari lonjakan nilai kesepakatan antara perusahaan farmasi global dan firma bioteknologi Tiongkok. Nilai transaksi komersial tersebut melonjak drastis dari USD 9 miliar pada tahun 2020 menjadi hampir USD 138 miliar pada tahun 2025.
Pemerintah Tiongkok secara konsisten memperkuat sektor farmasi melalui kebijakan industri terarah sejak tahun 2006, termasuk percepatan regulasi dan subsidi pengembangan obat baru. Transformasi birokrasi ini memangkas waktu uji klinis tahap awal di Tiongkok secara signifikan dibandingkan dengan proses serupa di Amerika Serikat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, struktur pasar farmasi generik di Amerika Serikat sangat bergantung pada pedagang grosir besar yang terus menekan harga produksi. Kondisi tersebut memaksa produsen mencari pasokan termurah, sehingga memperkuat posisi Tiongkok sebagai eksportir obat utama dan memicu kekhawatiran terkait ketahanan pasokan strategis nasional.