Sebagaimana diwartakan dalam laporan media lokal, kasus hilangnya besi penutup saluran air atau grill di sejumlah ruas jalan Kota Semarang mendadak menjadi sorotan publik. Kejadian tersebut kian menuai perhatian luas setelah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian itu beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pencurian itu salah satunya terjadi di kawasan Jalan Singosari Timur, Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan. Peristiwa serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Kagok, Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, yang terekam jelas dalam rekaman CCTV dan diunggah oleh akun Instagram @infokejadiansemarang.new.
Dalam rekaman video amatir tersebut, tampak seorang pria mengendarai sepeda motor memantau situasi sekitar sebelum akhirnya turun dan melarikan diri dengan membawa besi penutup saluran air. Aksi nekat ini dinilai tidak hanya merugikan aset fasilitas umum milik pemerintah daerah, melainkan juga mengancam keselamatan para pengendara dan warga yang melintas akibat lubang saluran yang terbuka tanpa pengaman.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi maraknya aksi pencurian tersebut, Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman atau Disperkim Kota Semarang, Arief Eko Wibowo, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum setempat. Pihaknya memastikan penanganan darurat akan segera dilakukan dalam waktu dekat agar lubang saluran tidak membahayakan warga.
"Terkait grill yang ada di kawasan Kagok, kami sudah komunikasi dengan DPU. DPU akan membantu memperbaikinya. Begitu juga untuk grill yang di Wonodri, kami sudah survei ke lokasi. Dalam waktu dekat kami akan melakukan perbaikan. Rencananya akan kami ganti dengan beton agar tidak dicuri," jelas Arief saat dikonfirmasi oleh awak media.
Selain menyiapkan perbaikan fisik dengan mengganti penutup besi menggunakan material beton yang lebih kuat, pihak Disperkim juga menegaskan bakal segera menempuh jalur hukum. "Terkait dengan langkah-langkah, akan kami laporkan ke pihak yang berwajib," tegasnya guna memberikan efek jera kepada pelaku pencurian fasilitas publik.