Sistem peradilan setempat akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap kasus penculikan anak yang sempat meresahkan warga. Sebagaimana diwartakan oleh media massa, Pengadilan menjatuhkan vonis tujuh bulan penjara preventif kepada César Manuel Prado Hurtado atas dugaan tindak pidana penculikan terhadap seorang siswa berusia 12 tahun di distrik Breña.
Berdasarkan laporan kepolisian, insiden tersebut bermula ketika tersangka mendatangi sekolah Mariano Melgar pada jam pelajaran dan berpura-pura menjadi anggota keluarga korban. Pelaku berhasil mengelabui petugas keamanan dan membawa korban keluar setelah menunjukkan dokumen tertentu.
Beruntung, korban berhasil melarikan diri dan segera kembali ke sekolah untuk melaporkan kejadian janggal tersebut kepada guru serta pihak pengurus sekolah. Mengetahui hal itu, ibunda korban langsung melapor ke kantor polisi setempat, yang langsung memicu pergerakan cepat aparat penegak hukum untuk meringkus pelaku.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan investigasi, Kementerian Perempuan dan Populasi Rentan langsung turun tangan memberikan pendampingan psikologis intensif kepada korban cilik tersebut. Di sisi lain, Dinas Pendidikan Regional Lima Metropolitan juga meluncurkan investigasi administratif guna mengusut kelalaian pengawasan di gerbang sekolah.
Kasus ini sontak memicu kemarahan serta kekhawatiran mendalam dari para orang tua murid di institusi terkait. Mereka mendesak pihak sekolah untuk memperketat protokol keamanan dan memperkuat verifikasi identitas setiap orang yang hendak menjemput siswa di lingkungan belajar.