Dikutip dari laporan media setempat, seorang migran asal Maroko yang baru saja tiba di Ceuta melalui gelombang penyeberangan massal memicu kontroversi publik usai melontarkan pernyataan bernada menyalahkan keluarga terkait kasus pelecehan seksual yang tengah melanda wilayah tersebut.
Sebagaimana diwartakan oleh program televisi En Boca de Todos, wawancara itu menyoroti melonjaknya angka kasus kekerasan seksual di Ceuta yang mayoritas korbannya merupakan anak di bawah umur di tengah situasi krisis migrasi yang memanas.
Berdasarkan laporan Kejaksaan Agung Spanyol, tercatat ada belasan kasus penyerangan seksual yang melibatkan korban perempuan muda dan anak-anak sejak kedatangan ribuan migran ilegal secara beruntun ke kota otonom tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam perbincangan dengan awak media, migran tersebut secara terbuka menyatakan bahwa "orang tua seharusnya tidak membiarkan anak perempuan mereka berkeliaran sendirian" di tengah kerumunan massa migran yang padat dan tidak terkontrol.
Pernyataan kontroversial ini langsung menuai kecaman luas dari berbagai pihak di Spanyol, mengingat situasi kemanusiaan dan keamanan di perbatasan Ceuta kini tengah berada dalam sorotan tajam penegak hukum dan lembaga perlindungan anak.