Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Kabupaten Purworejo, Sentra...
BERITA

Profil Kabupaten Purworejo, Sentra Rempah dan Peternakan Jawa Tengah

By Rudi Weslan Rifadi 2 min read 29 Agustus 2026
Profil Kabupaten Purworejo di Jawa Tengah yang terkenal dengan potensi pertanian dan peternakannya

Profil Kabupaten Purworejo di Jawa Tengah yang terkenal dengan potensi pertanian dan peternakannya

Kabupaten Purworejo adalah salah satu wilayah kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah dengan ibu kota terletak di Kecamatan Purworejo Kota. Berdasarkan data historis dan administratif, wilayah seluas 1.081,45 kilometer persegi ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonosobo dan Magelang di utara, serta Samudra Hindia di sebelah selatan.

Letak geografis daerah ini sangat strategis karena diapit oleh beberapa wilayah penting seperti Kabupaten Kulon Progo di timur serta Kabupaten Kebumen di barat sepanjang garis pantai kurang lebih 22 kilometer. Topografi wilayahnya bervariasi, mulai dari dataran rendah di pesisir selatan hingga kawasan perbukitan di utara yang menjadi bagian dari Pegunungan Menoreh.

Sektor pertanian memegang peranan vital sebagai penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi mencapai 21,72 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan ubi kayu dibudidayakan secara luas di berbagai kecamatan yang ada di wilayah tersebut.

Selain tanaman pangan, daerah ini juga dikenal sebagai salah satu sentra produsen empon-empon atau rempah tradisional seperti kapulaga, kencur, kunyit, jahe, dan temulawak di tingkat Jawa Tengah. Rempah-rempah tersebut disuplai ke lebih dari 75 pabrik jamu tradisional guna memenuhi kebutuhan industri herbal nasional.

Potensi Peternakan dan Sejarah Nama Bagelen

Kabupaten Purworejo memiliki sektor peternakan yang sangat kuat, terutama pada komoditas ruminansia kecil seperti Kambing Peranakan Etawa ras Kaligesing. Wilayah Kecamatan Kaligesing menjadi sentra utama pengembangan kambing perah yang mampu menghasilkan susu berkualitas tinggi serta menjadi simbol status sosial masyarakat lokal.

Berdasarkan catatan sejarah, wilayah ini pada masa Kesultanan Mataram hingga abad ke-19 lebih dikenal dengan nama Bagelen sebelum akhirnya pemerintah kolonial Belanda membangun permukiman baru bernama Purworejo. Tata kota wilayah tersebut dirancang oleh insinyur Belanda dengan tetap mempertahankan berbagai unsur tradisi dan bangunan bersejarah.

Populasi ternak di daerah ini tercatat sangat tinggi dengan jumlah kambing mencapai 284.013 ekor berdasarkan data statistik terbaru. Selain kambing, masyarakat setempat juga mengembangkan peternakan sapi potong, domba, serta ribuan populasi unggas yang dikelola secara intensif.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mengoptimalkan potensi lokal melalui berbagai program pelatihan manajemen ternak dan perluasan areal tanam guna memperkuat ketahanan pangan. Upaya tersebut diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadikan wilayah ini sebagai pusat agroindustri yang kompetitif.

Topics
kabupaten purworejo jawa tengah purworejo bagelen kambing kaligesing pertanian peternakan sejarah
Jurnalis Senior

Rudi Weslan Rifadi adalah jurnalis berpengalaman dengan dedikasi tinggi dalam menyajikan berita akurat dan mendalam. Dengan latar belakang yang kuat di bidang jurnalistik, ia telah meliput berbagai peristiwa penting dan menyajikannya dengan gaya penulisan yang tajam serta analitis.