Sebagaimana diwartakan oleh La Vanguardia, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dijadwalkan akan menghadap pleno Kongres pada tanggal 3 September mendatang. Kehadiran ini bertujuan untuk memberikan laporan pertanggungjawaban penuh terkait langkah penanganan yang diambil pemerintah dalam menghadapi krisis migrasi di Ceuta yang memanas sejak akhir Juli lalu.
Berdasarkan laporan media setempat, penetapan jadwal tersebut merupakan hasil dari perdebatan alot di Junta de Portavoces. Pihak pemerintah awalnya mengusulkan agar agenda tersebut dihelat pada tanggal 9 September, namun desakan kuat dari berbagai kelompok parlemen, terutama dari PNV, berhasil memaksa percepatan jadwal tanpa harus menunggu penundaan agenda lain yang sudah dirancang sebelumnya.
Menanggapi penyesuaian kalender politik ini, Menteri Kepresidenan, Kehakiman, dan Hubungan dengan Parlemen Félix Bolaños menegaskan bahwa kehadiran perdana menteri merupakan bagian dari prosedur pengawasan parlemen yang biasa dilakukan. Melalui keterangan resminya, Bolaños menyebutkan bahwa sebelum tanggal tersebut, kabinetnya telah mengerahkan sejumlah menteri untuk menjelaskan penanganan krisis secara komprehensif kepada publik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKonsekuensi dari jadwal baru ini membuat agenda perjalanan sang perdana menteri ke Santander terpaksa dibatalkan. Padahal, ia dijadwalkan hadir untuk menutup acara tahunan Encuentro de la Economía Digital y las Telecomunicaciones yang diselenggarakan oleh AMETIC di bawah naungan Universidad Internacional Menéndez Pelayo.
Di sisi lain, penanganan krisis migrasi ini juga diwarnai oleh koordinasi ketat di bawah komando tunggal yang dipegang oleh Menteri Kebijaksanaan Teritorial dan Memoria Demokratik Ángel Víctor Torres. Torres menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya mengembalikan situasi normal di kota otonom tersebut meski tantangan di lapangan tergolong kompleks dan melibatkan koordinasi lintas kementerian.