Berdasarkan laporan media internasional, musikus legendaris asal Uruguay, Rubén Rada, berpulang pada 26 Agustus 2026 di Montevideo pada usia 83 tahun. Sepanjang kariernya yang gemilang, ia dikenal sebagai sosok seniman yang tidak pernah pretensius dengan lirik-liriknya, namun selalu berhasil menyampaikan pesan secara cerdas dan tepat sasaran hanya dengan beberapa frasa sederhana.
Mengutip laporan media, karya-karya Rubén Rada merefleksikan berbagai warna kehidupan, mulai dari kebahagiaan, nostalgia, hingga kepedulian sosial. Meskipun tidak memainkan instrumen melodis maupun harmonis secara konvensional, kemampuan vokal dan ketukan perkusinya lahir dari inspirasi murni yang melahirkan mahakarya abadi bagi musik Amerika Latin.
Salah satu karya paling menyentuh dari sang maestro adalah lagu berjudul "Ayer te vi" yang dirilis pada dekade tujuh puluhan melalui album Radeces. Sebagaimana diwartakan, lagu tersebut memadukan keindahan ritme candombe dengan lirik puitis yang sarat akan makna emosional mendalam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain itu, lagu "Blumana" yang dirilis pada tahun 1982 melalui album En familia merekam suasana masa-masa akhir diktatur militer dengan balutan humor cerdas. Ia menyindir situasi penegakan hukum pada masa itu lewat lirik ikonis yang berbunyi, "Tocá, che, Negro Rada. Tocá, grita la hinchada. Tocá y cantá tranquilo, que acá no pasa nada", sebagaimana dikutip dari catatan media.
Sebagai seorang seniman yang peka terhadap isu kemanusiaan, Rubén Rada juga menciptakan lagu "Biafra" di awal era tujuh puluhan saat tergabung dalam band Tótem. Lagu tersebut mengangkat tragedi kelaparan global jauh sebelum gerakan solidaritas internasional seperti Live Aid populer di kancah dunia.