Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Kecam Kebijakan, Pejabat Minoritas...
BERITA

Kecam Kebijakan, Pejabat Minoritas Tolak Pemulangan Anak Ceuta

By Rudi Weslan Rifadi 2 min read 21 Agustus 2026
Jaksa penuntut umum menolak usulan kontroversial pemulangan anak migran di Ceuta

Jaksa penuntut umum menolak usulan kontroversial pemulangan anak migran di Ceuta

Perdebatan mengenai penanganan anak-anak migran di wilayah enklave Spanyol terus memanas setelah otoritas hukum melontarkan kritik keras. Berdasarkan laporan media 20 Minutos, Jaksa Penuntut Umum untuk Urusan Anak, Teresa Gisbert, secara terbuka mengecam usulan partai oposisi utama yang menginginkan pemulangan cepat tanpa prosedur mendalam.

Dalam sebuah wawancara radio, Gisbert menegaskan bahwa gagasan pemulangan instan yang didorong oleh Partido Popular dan pemimpinnya, Alberto Nunez Feijoo, sama sekali tidak sejalan dengan hukum. "Tidak memiliki makna," ujarnya menanggapi wacana pengembalian anak-anak tanpa penilaian personal terlebih dahulu.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap anak yang tiba tanpa pendamping berhak mendapatkan perlindungan hukum yang ketat berdasarkan konvensi internasional serta perundang-undangan nasional. Proses verifikasi yang melibatkan penerjemah dan peninjauan situasi keluarga dinilai krusial untuk memastikan keselamatan mereka di negara asal.

Di sisi lain, laporan tersebut juga menyoroti gesekan antara pemerintah pusat dan sejumlah komunitas otonom yang kerap enggan menerima relokasi anak-anak migran. Meskipun ada hambatan birokrasi dan klaim keterbatasan fasilitas, pihak kejaksaan memastikan bahwa aturan kedaruratan migrasi tetap harus ditegakkan demi kepentingan terbaik anak.

Topics
migrasi ceuta spanyol hukum anak partido popular
Jurnalis Senior

Rudi Weslan Rifadi adalah jurnalis berpengalaman dengan dedikasi tinggi dalam menyajikan berita akurat dan mendalam. Dengan latar belakang yang kuat di bidang jurnalistik, ia telah meliput berbagai peristiwa penting dan menyajikannya dengan gaya penulisan yang tajam serta analitis.