Sebagaimana diwartakan oleh The Age, insiden penusukan acak yang mengerikan terjadi di kawasan pusat bisnis Melbourne CBD, Australia, tepatnya di luar kantor pusat kepolisian Spencer Street. Peristiwa brutal ini menimpa seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dan ibu kandungnya yang sedang berkunjung ke kota tersebut untuk menjalani pengobatan medis.
Berdasarkan laporan media tersebut, sang anak yang ternyata tengah berjuang melawan penyakit kanker otak harus menjalani pemeriksaan MRI tambahan guna memastikan apakah insiden penyerangan ini memperburuk kondisi tumor di tubuhnya. Paman korban mengungkapkan rasa jijik dan kekecewaannya yang mendalam atas tindakan keji pelaku yang terjadi begitu mereka tiba di Melbourne.
Pelaku penyerangan yang diidentifikasi bernama Jerry Sowood, 27 tahun, melontarkan pernyataan arogan dan emosional saat menjalani sidang di Pengadilan Magistrat Melbourne. Dalam sidang virtual tersebut, pria asal Sunshine West ini dengan blak-blakan mengaku telah memukul sang anak dan menusuk ibunya menggunakan gunting, serta menyebut bahwa perbuatannya tidak perlu disembunyikan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi hadapan majelis hakim, pelaku sempat melontarkan kalimat kontroversial dengan dalih bahwa korban masih bernapas. "Setidaknya mereka berdua masih bernapas, jadi setidaknya saya menjaga kemanusiaan saya," ujar Sowood sebagaimana dikutip dari laporan The Age.
Kepolisian setempat menjelaskan bahwa insiden bermula ketika pelaku secara tiba-tiba memukul kepala bocah tersebut sebelum menyerang ibunya yang berusia 46 tahun dengan kuncian leher dan tusukan senjata tajam. Aksi beringas tersebut akhirnya berhasil dihentikan setelah sejumlah warga sekitar dan saksi mata turun tangan untuk melumpuhkan pelaku di tempat kejadian.
Akibat serangan membabi buta itu, sang ibu harus mendapatkan perawatan intensif di Royal Melbourne Hospital karena mengalami patah kaki serta cedera pada bagian punggung dan bahu. Sementara itu, sang anak dirawat secara intensif di Royal Children's Hospital di tengah kondisi traumatis yang harus dihadapinya.