Berdasarkan ulasan yang dipublikasikan oleh media The Standard, pementasan teater terbaru yang mengangkat kisah hidup Marilyn Monroe berjudul Who Killed Marilyn di Emerald Theatre mendapatkan kecaman keras dari kritikus seni. Pertunjukan yang dibintangi oleh penyanyi Pixie Lott ini dinilai gagal total dan disebut sebagai sebuah bencana kreatif di atas panggung.
Mengutip laporan media tersebut, naskah yang ditulis oleh Sharleen Cooper Cohen dianggap terlalu banyak menggunakan narasi verbal alih-alih menunjukkan cerita secara visual. Cerita yang diangkat kembali mengulang teori konspirasi lama seputar kematian sang ikon Hollywood, termasuk klaim bahwa kematiannya melibatkan keluarga Kennedy dan mafia.
Pementasan yang disutradarai oleh Philip WM. McKinley ini juga dikritik karena akting para pemainnya yang dinilai kaku dan kurang latihan. Sebagaimana diwartakan oleh kritikus teater, penampilan Pixie Lott sebagai Marilyn Monroe dinilai terjebak dalam stereotip klise dan gagal membawakan kedalaman karakter sang legenda.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSuasana di Emerald Theatre bahkan digambarkan mirip seperti kamar jenazah yang memperkuat kesan suram dari pertunjukan tersebut. Berbagai elemen visual dan proyektor yang digunakan dinilai tidak mampu menyelamatkan kualitas naskah yang dangkal dan terkesan mengeksploitasi kisah tragis Marilyn Monroe.
Secara keseluruhan, pementasan ini dinilai tidak memberikan sudut pandang baru yang menyegarkan mengenai sosok Marilyn Monroe. Kritikus bahkan menegaskan bahwa jika sistem penilaian memungkinkan pemberian nilai nol, maka pertunjukan tersebut akan menjadi yang pertama mendapatkannya.