Uber Technologies Inc dan Baidu Inc resmi meluncurkan layanan taksi otonom Apollo Go tanpa pengemudi di platform Uber di Dubai pada Kamis, 21 Agustus 2026. Kehadiran armada futuristik ini menandai debut perdana kerja sama multi-tahun antara kedua perusahaan teknologi raksasa tersebut di jalanan publik.
"Meluncurkan di Dubai menandai pertama kalinya visi multi-mitra kami terwujud di jalanan publik," ujar Global Head of Autonomous Uber Sarfraz Maredia dalam keterangannya.
Berdasarkan skema operasional baru ini, warga Dubai yang memesan layanan UberX atau Uber Comfort kini berpeluang mendapatkan armada Apollo Go secara otomatis. Pengguna juga dapat memilih opsi otonom khusus di dalam aplikasi Uber untuk meningkatkan peluang mendapatkan robotaxi tanpa awak tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeOperasional awal layanan ini mencakup sejumlah area terpilih di kawasan Umm Suqeim dan Jumeirah, dengan rencana ekspansi wilayah yang lebih luas ke depannya. New Horizon Luxury Transport ditunjuk sebagai pihak operator yang mengelola armada di lapangan.
Spesifikasi Canggih Armada Apollo Go
Armada robotaxi yang dikerahkan menggunakan kendaraan otonom generasi keenam RT6 buatan Baidu yang sepenuhnya ditenagai listrik. Kendaraan ramah lingkungan ini mampu mengangkut hingga tiga penumpang sekaligus dalam satu perjalanan.
Setiap unit kendaraan dibekali lebih dari 30 sensor canggih untuk mendeteksi lingkungan sekitar secara presisi. Sistem kendaraan juga memproses seluruh data berkendara secara langsung di dalam mobil secara real-time.
Baidu mencatat bahwa layanan Apollo Go kini telah beroperasi di 28 kota di seluruh dunia dengan total jarak tempuh otonom melampaui 350 juta kilometer. Dari angka tersebut, lebih dari 240 juta kilometer ditempuh sepenuhnya tanpa bantuan pengemudi manusia.
Kolaborasi strategis antara Uber dan Baidu ini menargetkan pengerahan ribuan kendaraan Apollo Go di seluruh jaringan global Uber. Langkah ekspansi tersebut sekaligus memperkuat strategi kendaraan otonom Uber yang kini telah bekerja sama dengan lebih dari 30 mitra otonom.