Perusahaan teknologi kecerdasan buatan SoundHound AI mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang pesat namun belum mampu mencetak keuntungan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan kuartal kedua, pendapatan perusahaan melonjak 45 persen secara tahunan dan 40 persen secara kuartalan hingga mencapai USD 61,9 juta.
Meskipun mengalami pertumbuhan penjualan yang signifikan, SoundHound masih membukukan rugi bersih GAAP sebesar USD 0,10 per saham serta rugi bersih disesuaikan sebesar USD 0,02 per saham pada kuartal tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagai langkah perubahan, manajemen memutuskan untuk membawa lebih banyak teknologi kecerdasan buatan mereka secara in-house guna menekan biaya operasional dan mendongkrak margin keuntungan secara material.
Andalkan Platform OASYS dan Model Polaris
Platform agen kecerdasan buatan terbaru bernama OASYS dirancang agar dapat beroperasi lintas saluran tanpa harus membangun infrastruktur teknologi baru untuk setiap penggunaan yang berbeda.
Fitur unik dalam platform tersebut memungkinkan pelanggan membangun agen kecerdasan buatan secara cepat, yang terbukti mendatangkan komitmen kontrak bernilai delapan digit dalam waktu kurang dari 90 hari.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan model bahasa besar khusus dan teknologi sintesis suara mandiri bernama Polaris menggunakan data interaksi milik mereka sendiri.
Berkat berbagai pencapaian tersebut, SoundHound menaikkan target pendapatan tahun 2026 ke kisaran USD 230 juta hingga USD 260 juta dengan posisi kas yang kuat sebesar USD 203 juta tanpa utang.