Sebagaimana diwartakan oleh media olahraga Olé, gelaran balap Formula 1 Grand Prix Belanda di sirkuit Zandvoort meninggalkan perdebatan hangat menyusul serangkaian hukuman yang dijatuhkan oleh Federasi Automobil Internasional atau FIA kepada pembalap Alpine, Franco Colapinto. Hukuman yang diterima oleh pembalap asal Argentina tersebut langsung memantik perhatian publik internasional serta sesama peserta ajang balap jet darat itu.
Di tengah pro dan kontra terkait keputusan pengawas balapan, dukungan tak terduga justru datang dari salah satu rival terdekatnya di lintasan. Pembalap asal Inggris, Arvid Lindblad, secara terbuka melontarkan kritik terhadap keputusan otoritas balap yang dinilainya terlalu keras setelah dirinya juga mengalami nasib serupa di GP Belanda.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari zona campuran usai balapan, Lindblad yang finis di posisi ke-12 bersama tim Racing Bulls menyatakan bahwa penalti yang diberikan kepada para pembalap berada di luar batas kewajaran. Ia merasa bahwa pengawas balapan lebih berniat untuk menciptakan preseden dibandingkan benar-benar menilai beratnya pelanggaran di atas lintasan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip pernyataan resmi sang pembalap Inggris, "Saya pikir penalisasinya terlalu keras dan kita semua bisa sepakat bahwa itu adalah sanksi yang cukup ekstrem, tetapi ya sudahlah karena itu sudah terjadi." Lindblad juga menambahkan bahwa hukuman tersebut sangat disayangkan karena telah merusak potensi perolehan poin timnya secara keseluruhan.
Lebih lanjut, hukuman berat yang menimpa Franco Colapinto bermula dari dua insiden berbeda sepanjang balapan akhir pekan lalu. Pelanggaran pertama terjadi ketika pengawas balapan mendapati mobil Alpine nomor 43 milik pembalap Argentina itu mendahului kendaraan Yuki Tsunoda di area pengibaran bendera kuning ganda.
Konsekuensi dari pelanggaran tersebut membuat Colapinto harus menerima hukuman lewat jalur pit atau drive through penalty tanpa boleh melakukan pergantian ban atau perbaikan. Tidak berhenti sampai di situ, pembalap muda berbakat ini kembali diganjar penalti tambahan berupa tambahan waktu 10 detik akibat dianggap tidak mengurangi kecepatan secara signifikan saat melewati zona bendera kuning tunggal.