Remaja asal Warrington bernama Lillie Yale mencetak sejarah medis sebagai orang pertama di Inggris yang menerima implan jantung dapat larut untuk menutup lubang pada organ jantungnya yang berukuran sekeping koin 10 pence. Tindakan medis inovatif tersebut dilakukan oleh tim dokter bedah di Alder Hey Children's NHS Foundation Trust di Liverpool pada Juni lalu menggunakan perangkat khusus bernama Memosorb.
"Perangkat ini secara perlahan ditutupi oleh lapisan jantung, dan polimernya mulai terurai menjadi karbon dioksida serta air di dalam jaringan sebelum akhirnya hilang sepenuhnya," ujar Dr Salim Jivanji selaku dokter spesialis kardiologi anak yang memimpin prosedur tersebut.
Sebelumnya, Lillie dihadapkan pada opsi pemasangan perangkat logam permanen yang dikhawatirkan dapat menghalangi impiannya berkecimpung sebagai pemain rugby profesional karena risiko pergeseran akibat benturan fisik keras. Kehadiran implan biodegradable inovatif tersebut berfungsi sebagai kerangka penyangga alami bagi jaringan jantung untuk menutup lubang atrial septal defect secara sempurna tanpa meninggalkan jejak logam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeIbu kandung Lillie, Becci Nichols, mengungkapkan rasa syukurnya karena sang buah hati kini telah pulih dengan sempurna dan kembali aktif berolahraga setelah sempat mendapati hasil pemeriksaan medis menunjukkan pembesaran bilik jantung kanan pada Januari 2025. Dukungan penuh dari tenaga medis rumah sakit tersebut memungkinkan remaja berusia 14 tahun itu kembali menjalani aktivitas normal tanpa kekhawatiran terhadap kondisi kesehatannya.
Keunggulan Implan Biodegradable Dibandingkan Perangkat Logam
Penggunaan perangkat Memosorb pada pasien muda ini menjadi pencapaian penting dalam dunia kardiologi intervensi setelah pihak rumah sakit memperoleh izin khusus dari badan pengawas obat dan kesehatan. Teknologi implan yang terbuat dari bahan serupa benang operasi larut tersebut dirancang khusus untuk melebur dalam kurun waktu antara enam hingga 24 bulan.
Melalui metode modern tersebut, pasien tidak perlu khawatir akan risiko komplikasi mekanis jangka panjang yang kerap menjadi momok pada penggunaan ring jantung logam konvensional. Keberhasilan prosedur ini memberikan harapan baru bagi pasien anak dan remaja penderita kelainan jantung bawaan untuk tetap bisa menjalani gaya hidup aktif tanpa batasan fisik.
Lillie sendiri mengaku sangat gembira dan bersyukur bisa mencatatkan namanya sebagai pasien pertama di Inggris yang merasakan manfaat teknologi medis mutakhir tersebut. Ia kini dapat kembali fokus mengejar cita-citanya di bidang olahraga rugby setelah melewati masa pemulihan yang berjalan sangat lancar.
Tim medis Alder Hey berharap kesuksesan tindakan klinis ini dapat membuka jalan bagi pemanfaatan teknologi implan yang bisa larut secara lebih luas bagi pasien lain di masa mendatang. Inovasi ini membuktikan bahwa perkembangan ilmu kedokteran terus bergerak maju untuk mengutamakan kualitas hidup dan masa depan pasien usia muda.