Nvidia mengejutkan para investor pada Rabu dengan proyeksi bahwa pendapatan perusahaan bakal melonjak sebesar 70 persen pada tahun fiskal mendatang serta menyebutkan permintaan chip kecerdasan buatan atau AI tumbuh hingga 100 persen. Proyeksi awal yang tergolong masif tersebut melampaui estimasi pendapatan tahun fiskal 2028 senilai sekitar 570 miliar dolar AS atau naik 44 persen dari tahun fiskal berjalan.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap orang memiliki rangkaian informasi yang sama," ujar CEO Nvidia Jensen Huang dalam panggilan konferensi. Ia menambahkan bahwa perusahaannya akan menghadapi tahun besar yang luar biasa ke depan dan mencatat bahwa Nvidia belum pernah memberikan panduan satu tahun ke depan sebelumnya.
Global Head of Visible Alpha Research di S&P Global Melissa Otto menyatakan bahwa besaran pertumbuhan pendapatan tersebut jauh melampaui ekspektasi pasar. Terlebih lagi, langkah Nvidia memberikan proyeksi jangka panjang semacam itu merupakan sebuah kejutan besar bagi para pelaku pasar keuangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeChief Financial Officer Colette Kress menyampaikan bahwa ramalan dari para pelanggan menunjukkan pertumbuhan Nvidia bakal berlipat ganda pada tahun depan. Pengumuman tersebut langsung mendorong saham Nvidia meroket lebih dari 4 persen dalam perdagangan setelah jam penutupan pasar.
Permintaan Komputasi Agen AI dan Tanggapan Isu Pembiayaan Melingkar
Lonjakan permintaan chip AI tersebut didorong oleh adopsi agen AI atau agentic AI yang membutuhkan kapasitas komputasi hingga 100 kali lipat lebih besar dibanding pengguna manusia biasa. Jensen Huang menjelaskan bahwa perusahaannya sendiri berencana memperluas jumlah agen AI yang beroperasi secara kontinu dari puluhan ribu hingga jutaan unit di masa depan.
Di sisi lain, kritikus sempat menyoroti investasi besar Nvidia pada perusahaan rintisan model AI sebagai bentuk pembiayaan melingkar yang menciptakan ketergantungan berbahaya. Colette Kress membela strategi tersebut dengan menyatakan bahwa para mitra lab AI terbukti sebagai pemimpin teknologi dengan penggunaan yang meroket dan hambatan utamanya hanyalah keterbatasan komputasi.
Kress menegaskan bahwa komitmen investasi dan jaminan kredit senilai 108,5 miliar dolar AS yang sebagian besar dialokasikan untuk infrastruktur pusat data OpenAI memberikan hasil risiko rendah dengan imbal hasil tinggi. Perusahaan juga bekerja sama dengan raksasa ekuitas swasta seperti Blackstone dan Goldman Sachs untuk menghimpun modal pihak ketiga lebih dari 500 miliar dolar AS.
Kendati menghadapi tantangan rantai pasokan dan kenaikan biaya komponen memori, Nvidia tetap optimistis mampu mengamankan target pengiriman tahun depan. Kress memproyeksikan marjin kotor akan berada di kisaran 71 hingga 72 persen pada kuartal keempat sebelum stabil di angka 72 hingga 73 persen.