Berdasarkan laporan yang dihimpun, langkah besar dalam sektor energi Indonesia resmi dimulai setelah Searah menandai tonggak sejarah pengembangan Proyek North Hub melalui konstruksi fasilitas produksi terapung atau FPSO North Hub untuk mengelola ladang gas laut dalam ultra di lepas pantai Kalimantan Timur.
Dua momen bersejarah mendahului proses ini yakni seremoni pemotongan baja perdana untuk bagian atas kapal di Saipem Karimun Yard, Kepulauan Riau, serta peletakan lunas lambung kapal di China Merchants Heavy Industry, Jiangsu, Tiongkok.
CEO Searah North Ganal, Mirko Araldi menyambut pencapaian ini dengan optimisme tinggi seraya menegaskan bahwa pembangunan fisik tersebut menjadi bukti nyata kemajuan proyek pengembangan laut dalam paling strategis di tanah air.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe‘Tonggak pencapaian ini tidak hanya menandai dimulainya tahap konstruksi, tetapi juga mencerminkan kemajuan nyata salah satu proyek pengembangan laut dalam ultra paling strategis di Indonesia. Ini sekaligus wujud komitmen bersama kami menghadirkan energi secara aman, bertanggung jawab, dan efisien,’ ujar Mirko Araldi sebagaimana dikutip dari laporan media.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa North Hub merupakan wujud keyakinan perusahaan terhadap masa depan sektor energi Indonesia di tengah tantangan teknis yang luar biasa melalui inovasi dan kemitraan kelas dunia.
Proyek strategis ini berlokasi di Cekungan Kutai, mencakup pengembangan Lapangan Gehem serta penemuan gas raksasa Geng North dengan pengeboran 16 sumur produksi pada kedalaman mencapai sekitar 2.000 meter di bawah permukaan laut.
Sebagai jantung utama proyek, kapal FPSO generasi terbaru ini dirancang memiliki kapasitas luar biasa untuk memproses lebih dari 1 miliar kaki kubik gas serta menghasilkan sekitar 80.000 barel kondensat per hari.
Selain fasilitas lepas pantai, pengembangan North Hub juga mencakup rencana reaktivasi Train F di fasilitas LNG Bontang demi memperpanjang usia operasi serta memperkuat rantai nilai industri gas nasional secara menyeluruh.