Sebagaimana diwartakan, upaya perlindungan kawasan pesisir dan pelestarian ekosistem mangrove di Desa Sungai Kupah terus diperkuat melalui sinergi lintas pihak untuk menghadapi ancaman abrasi.
Berdasarkan laporan, Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 menyalurkan sebanyak 100 geobag guna mendukung program penguatan kawasan pesisir serta rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan di wilayah tersebut.
Adi selaku Ketua BPD Desa Sungai Kupah menyatakan bahwa bantuan ini memiliki arti besar bagi masyarakat dan kelompok pelestari lingkungan setempat. "Bantuan ini bukan hanya tentang 100 geobag, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga pesisir dan memastikan ekosistem mangrove tetap terlindungi untuk generasi yang akan datang", ucapnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut keterangannya, keberhasilan perlindungan kawasan pesisir sangat bergantung pada kolaborasi aktif antara pemerintah, masyarakat, serta kelompok pegiat lingkungan yang peduli terhadap keberlanjutan alam.
Desa Sungai Kupah dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir rentan abrasi yang terus mengembangkan berbagai inovasi agar keberadaan mangrove dapat memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi warga sekitar.
Melalui pengiriman 100 geobag tersebut, diharapkan langkah mitigasi bencana abrasi dapat berjalan lebih optimal sebagai bagian dari agenda jangka panjang pemulihan lingkungan pesisir.
Mengutip laporan media, sinergi yang terjalin antara pemerintah melalui balai wilayah sungai, pemerintah desa, dan masyarakat membuktikan bahwa pelestarian alam membutuhkan kerja bersama yang konsisten.
Pihak pemerintah desa turut menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata ikhtiar bersama menjaga masa depan wilayah pesisir. "100 geobag hari ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga pesisir Desa Sungai Kupah di masa depan. Mari rawat mangrove, lindungi pesisir, dan jaga kehidupan masyarakat pesisir", ungkapnya mewakili Kepala Desa Sungai Kupah.