Nvidia memproyeksikan pertumbuhan pendapatan hingga 70 persen pada tahun fiskal berikutnya yang langsung mendorong kenaikan harga saham perusahaan di perdagangan setelah jam kerja, di tengah pembelaan manajemen terhadap langkah penyediaan solusi modal bagi para pelanggan. Proyeksi ambisius ini disampaikan oleh CFO Colette Kress dalam panggilan konferensi pendapatan setelah perusahaan merilis laporan keuangan terbarunya.
Perusahaan teknologi raksasa ini membukukan pendapatan sebesar USD 96,2 miliar pada kuartal terbaru yang berakhir 26 Juli, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perolehan tersebut melampaui ekspektasi pasar yang dihimpun S&P Capital IQ di angka USD 92,1 miliar untuk periode yang sama.
Laba bersih Nvidia melonjak sebesar 126% menjadi USD 59,7 miliar, jauh melampaui estimasi konsensus analis sebesar USD 51,2 miliar. Kontributor utama penjualan ini berasal dari sektor pusat data yang melonjak hingga 117% dengan perolehan mencapai USD 89 miliar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeColette Kress menyatakan bahwa perusahaan sebenarnya menghadapi kendala pasokan atau supply constrained, jika tidak mereka berpotensi menggandakan pendapatan pada tahun depan. Nvidia juga memproyeksikan pendapatan untuk periode pelaporan berikutnya akan mencapai USD 108 miliar dengan margin plus minus dua persen.
Tanggapan Nvidia Terhadap Kritik Pembiayaan Melingkar
Saham Nvidia sempat mengalami tren pelemahan dalam tujuh hari perdagangan berturut-turut hingga hari Senin, namun langsung berbalik arah naik 4.4% pada perdagangan setelah jam kerja menyusul pengumuman proyeksi keuangan tersebut. Manajemen menegaskan bahwa investasi strategis yang digelontorkan bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kecerdasan buatan global.
CEO Nvidia Jensen Huang sebelumnya telah menepis berbagai kekhawatiran terkait risiko pembiayaan melingkar atau circular financing yang kerap disorot dalam industri kecerdasan buatan global. Huang menyatakan bahwa dirinya merasa sangat gembira dapat berinvestasi di laboratorium kecerdasan buatan terdepan dan menyebutnya sebagai kesempatan sekali seumur hidup.
"Saya pikir satu-satunya penyesalan yang saya miliki adalah saya tidak berinvestasi lebih banyak dan lebih cepat," ujar Jensen Huang menanggapi berbagai spekulasi pasar mengenai strategi ekspansi bisnis perusahaan.
Colette Kress menambahkan bahwa perusahaan berencana melangkah lebih jauh dengan menyediakan dukungan kredit selektif untuk kapasitas komputasi sebesar hampir dua gigawatt bagi laboratorium kecerdasan buatan frontier lainnya. Pihak manajemen secara terbuka mengakui adanya kritik pasar terkait model pembiayaan melingkar tersebut namun tetap optimistis.
"Kami menyadari skala dukungan ini, dan kami tahu sebagian pihak akan menyebut ini sebagai pembiayaan melingkar, tetapi kami melihatnya secara berbeda," kata Colette Kress dalam pemaparan resminya kepada para investor.
Kress menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang didukung merupakan entitas dengan kepemimpinan teknologi yang terbukti serta traksi pelanggan yang meroket tajam di pasar global. Nvidia meyakini bahwa mitra-mitra strategis tersebut kelak akan bertransformasi menjadi perusahaan teknologi terbesar dalam sejarah.