Nissan menarik sebanyak 149 unit sedan Altima akibat kesalahan fatal di jalur perakitan pabrik Canton, Mississippi, di mana pekerja secara keliru menggunakan baut penahan modul kantung udara depan yang berasal dari truk pikap Frontier pada Desember tahun lalu. Berdasarkan laporan NHTSA dengan nomor recall 26V526, pengencang tersebut tidak dirancang untuk menahan beban kantung udara Altima sehingga berisiko gagal mengembang dengan benar saat terjadi tabrakan.
Kesalahan pemasangan ini terdeteksi setelah pabrik melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan menemukan seluruh dari 96 kendaraan di area inventaris menggunakan komponen baut yang keliru. Beruntungnya, pihak pabrik dapat langsung melacak data nomor identifikasi kendaraan atau VIN guna membatasi jumlah unit terdampak tanpa harus menarik seluruh model produksi tahun tersebut secara massal.
Hingga laporan ini dibuat, Nissan mencatat belum ada laporan klaim garansi, kecelakaan, maupun korban cedera yang dihubungkan dengan masalah baut kantung udara pada sedan tersebut. Berbeda dengan kasus recall komponen lain di industri otomotif yang kerap memakan waktu bertahun-tahun untuk terdeteksi, kasus ini berhasil ditangani secara cepat oleh sistem pemantauan internal produsen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePara pemilik kendaraan yang masuk dalam daftar 149 unit terdampak dijadwalkan bakal menerima surat pemberitahuan resmi paling lambat pada 25 September mendatang. Perbaikan ini nantinya meliputi penggantian seluruh empat pengencang modul kantung udara dengan perangkat keras yang sesuai di diler resmi tanpa dikenakan biaya sepeser pun.
Dampak Fleksibilitas Pabrik dan Keamanan Produksi
Fasilitas produksi Nissan di Canton, Mississippi, sendiri merakit sedan unibody Altima serta truk body-on-frame Frontier dan Titan di bawah satu atap yang sama guna memaksimalkan fleksibilitas lini pabrik. Penggabungan jalur produksi kendaraan penumpang dan truk inilah yang membuat kotak penyimpanan suku cadang kendaraan berbeda bisa berada dalam satu lantai produksi yang berdekatan.
Meskipun insiden salah ambil komponen ini terlihat sepele, para ahli industri menilai sistem pencatatan digital berbasis VIN yang presisi telah membuktikan keandalannya dalam mengisolasi masalah sekecil itu. Sistem penelusuran yang sangat ketat tersebut memastikan pabrikan mampu menarik unit bermasalah secara spesifik sebelum hal itu berpotensi merugikan keselamatan konsumen di jalan raya.
Dibandingkan dengan berbagai kasus penarikan komponen keselamatan berskala masif yang melibatkan jutaan kendaraan di industri otomotif global dalam beberapa tahun terakhir, langkah cepat Nissan ini dianggap sebagai bentuk mitigasi yang sangat efektif. Pabrikan asal Jepang tersebut memilih melaporkan temuan cacat produksi sekecil apa pun demi menegakkan standar keselamatan berkendara yang ketat bagi para penggunanya.
Pemilik mobil yang menerima surat panggilan recall hanya perlu meluangkan waktu sekitar 30 menit di bengkel resmi untuk menyelesaikan penggantian baut kantung udara tersebut. Langkah proaktif ini sekaligus menegaskan bahwa sistem pengawasan kualitas pabrik modern masih berfungsi dengan baik dalam mendeteksi kesalahan manusia di lantai produksi.