Sebagaimana diwartakan oleh El Cronista, ekonom terkemuka sekaligus direktur konsultan PxQ, Emanuel Alvarez Agis, melontarkan kritik tajam terhadap lonjakan tingkat morositas dan praktik suku bunga tinggi yang diterapkan oleh industri teknologi finansial di Argentina.
Berdasarkan laporan media tersebut, Alvarez Agis menilai bahwa masalah lonjakan kredit macet bukanlah kesalahan individu para pengguna, melainkan akibat dari volatilitas kebijakan moneter pemerintah. Ia menyebut penarikan instrumen keuangan tertentu sempat memicu suku bunga harian melonjak drastis hingga menyentuh angka 200 persen.
Mengutip wawancaranya dengan Radio Con Vos, Alvarez Agis menegaskan bahwa praktik penetapan suku bunga pinjaman digital hingga mencapai 300 hingga 500 persen sama sekali tidak bisa dikategorikan sebagai bentuk inklusi keuangan yang sehat bagi masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, ia menyoroti fenomena munculnya kelompok debitur zombie, yakni masyarakat yang terjebak dalam lingkaran setan utang dan hanya bisa bertahan hidup dengan cara terus-menerus memperbarui pinjaman mereka di tengah tekanan ekonomi yang tinggi.
Menutup analisisnya, Alvarez Agis turut memberikan pandangan mengejutkan terkait langkah pragmatis Menteri Ekonomi Luis Caputo yang mulai mengintervensi pasar keuangan, seraya berharap penyesuaian regulasi ini mampu menyelamatkan sektor kredit jangka panjang.