Sebagaimana diwartakan oleh RRI.co.id, produser musik sekaligus rapper legendaris Dr. Dre secara terang-terangan menyampaikan dukungannya terhadap penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam proses produksi musik. Ia menegaskan bahwa teknologi canggih tersebut sama sekali bukan ancaman, melainkan sebuah kemajuan zaman serta instrumen baru untuk memicu kreativitas para musisi.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, pemikiran terbuka tersebut disampaikan Dr. Dre dalam sebuah wawancara bersama rekan bisnis lamanya, Jimmy Iovine, yang dilansir dari Deadline. Dalam perbincangan itu, musisi berusia 61 tahun tersebut menganalogikan kehadiran AI dengan kemunculan alat musik elektronik di masa lalu yang sempat menuai penolakan serupa.
"Mereka menentang AI, dan saya bilang, "Oke, kalian terdengar seperti orang yang dulu menentang drum machine saat alat itu baru muncul. Atau synthesizer, kan? Ini adalah alat baru untuk kreativitas. Ada orang-orang yang takut mempelajari hal-hal baru"," ungkap Dre sebagaimana dikutip dari media.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan media, Jimmy Iovine selaku rekan bisnis setia Dr. Dre turut mendukung pandangan tersebut dengan menyebutkan bahwa sebenarnya sudah banyak produser musik profesional yang diam-diam menggunakan AI di dalam studio rekaman. Kendati demikian, sebagian dari mereka masih enggan atau merasa malu untuk mengakui penggunaannya secara terbuka kepada publik.
Di sisi lain, perdebatan mengenai penggunaan teknologi AI di industri musik global masih menjadi topik yang kontroversial sekaligus memicu sengketa hukum yang panjang. Berbagai pihak, mulai dari label rekaman besar hingga asosiasi musisi dunia, terus berupaya menetapkan regulasi dan sistem pelabelan yang jelas guna melindungi hak cipta para kreator karya seni.