Stacey Aquino, 53 tahun, merupakan salah satu perempuan yang menjalani peran sebagai trad wife atau ibu rumah tangga tradisional jauh sebelum tren tersebut populer di media sosial. Menikah pada usia 19 tahun dan menjadi ibu pada usia 21 tahun, Aquino mendedikasikan hidupnya untuk mengurus keluarga dan membesarkan keenam anaknya tanpa memiliki pekerjaan di luar rumah.
Namun, di balik kehidupan rumah tangga yang tampak mapan secara finansial kala itu, Aquino menyadari adanya ketimpangan kuasa yang berisiko tinggi ketika perceraian terjadi. Saat memutuskan berpisah pada tahun 2021, ia mengaku tidak memiliki akses terhadap uang maupun pengalaman kerja formal untuk memulai kembali kehidupannya dari nol.
"Saya tidak punya akses ke uang sama sekali karena saya tidak bekerja," ujar Aquino dalam salah satu unggahan videonya yang menarik ratusan ribu penonton. Pengalaman pahit tersebut membuatnya tergerak untuk membagikan kisah nyata agar perempuan muda lebih berhati-hati dalam merencanakan masa depan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKini, bersama perempuan lain seperti Enitza Templeton, Aquino aktif bersuara di platform TikTok untuk memperingatkan para pengikutnya mengenai pentingnya memiliki kemandirian finansial. Mereka menilai tren trad wife yang sering diromantisasi di media sosial kerap mengabaikan potensi risiko kerentanan ekonomi di kemudian hari.
Pentingnya Komunikasi Finansial Sebelum Menikah
Pakar dan penulis buku Neha Ruch menjelaskan bahwa keputusan untuk menjadi orang tua yang tinggal di rumah memerlukan diskusi terbuka mengenai nilai perawatan keluarga dan keadilan finansial. Risiko kebencian dan ketimpangan finansial dapat muncul jika pasangan tidak menyamakan persepsi sejak awal.
Para ahli hukum keluarga juga menyarankan agar pasangan membahas secara matang pembagian peran serta membuat perjanjian pranikah guna mengantisipasi perubahan kebutuhan dalam rumah tangga. Komunikasi transparan mengenai uang dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah konflik berkepanjangan di masa depan.
Meskipun tidak menentang institusi pernikahan atau peran sebagai ibu rumah tangga, Aquino menegaskan bahwa setiap perempuan harus memiliki rencana cadangan yang mandiri. Ia menyarankan agar perempuan tidak merasa terjebak dalam hubungan yang tidak sehat hanya karena ketergantungan finansial.
Melalui kisah dan peringatan yang dibagikan secara terbuka di dunia maya, para mantan trad wife ini berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk membangun kemitraan yang setara dan adil dalam sebuah keluarga.