Sebagaimana diwartakan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya membangun tata lingkungan yang berbasis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup menyusul rentetan bencana hidrometeorologis yang melanda wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, penegasan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Tata Lingkungan Tahun 2026 di Universitas Andalas, Padang, yang turut dihadiri oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono serta jajaran Kementerian Lingkungan Hidup.
Menurut keterangan Gubernur, bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan longsor yang terjadi sebelumnya telah memberikan dampak luar biasa dengan mencatat korban jiwa sebanyak 264 orang serta lebih dari 10 ribu warga mengungsi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan resmi, total kerugian dan kerusakan akibat bencana tersebut ditaksir mencapai angka fantastis sebesar Rp33,3 triliun, sementara kebutuhan untuk rehabilitasi serta rekonstruksi diusulkan mencapai Rp21,4 triliun.
‘Bencana telah memberikan pelajaran yang sangat mahal kepada kita, karena itu kita tidak boleh hanya bertanya berapa besar kerusakan akibat bencana, tetapi juga harus belajar darinya,’ ungkap Mahyeldi dalam kesempatan tersebut.
Lebih lanjut, Pemprov Sumbar kini telah memperkuat kebijakan lingkungan dengan mengevaluasi regulasi tata ruang serta menerapkan prinsip pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan atau build back better.
Dalam kesempatan yang sama, Wamen LH Diaz Faisal Malik Hendropriyono turut menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir serta penghentian praktik pembuangan terbuka guna mendukung kelestarian lingkungan jangka panjang.