Berdasarkan laporan Football 50 2026 yang dirilis oleh lembaga konsultasi merek global Brand Finance, total nilai merek dari 50 klub sepak bola paling berharga di dunia berhasil mencapai 23,9 miliar euro atau mencatatkan rekor pertumbuhan tahunan tertinggi dalam sejarah 15 tahun pemeringkatan tersebut. Angka fantastis ini turut didukung oleh total nilai perusahaan dari klub-klub elite tersebut yang menyentuh 79,7 miliar euro, menandakan betapa masifnya skala ekonomi dan daya tarik komersial industri sepak bola saat ini.
Di kancah domestik Jerman, sepuluh klub sepak bola teratas kini memiliki total nilai merek mencapai 3,7 miliar euro pada tahun 2026. Bayern München tetap kokoh berdiri sebagai klub sepak bola paling bernilai dan terkuat di Jerman setelah mencatatkan kenaikan nilai merek sebesar 21 persen menjadi 1,5 miliar euro. Dominasi raksasa Bavaria ini ditopang oleh perpanjangan kontrak sponsor utama bersama Deutsche Telekom hingga 2032 yang bernilai fantastis, serta kontribusi performa tajam penyerang bintang mereka, Harry Kane.
Sementara itu, Borussia Dortmund sukses mempertahankan posisinya sebagai klub paling berharga kedua di Jerman dengan pertumbuhan nilai merek sebesar 8 persen menjadi 664,1 juta euro, sekaligus mengantar mereka kembali ke jajaran 10 besar global untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir. Menurut laporan media, kekuatan merek Dortmund tidak hanya bertumpu pada pemasukan komersial dan hak siar, melainkan juga berakar kuat pada kultur stadion legendaris mereka melalui "Gelbe Wand" di Signal Iduna Park yang mendongkrak jangkauan konten global secara masif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePrestasi luar biasa juga ditorehkan oleh VfB Stuttgart yang dinobatkan sebagai klub dengan pertumbuhan merek tercepat di seluruh daftar Football 50, di mana nilai merek mereka melonjak hingga hampir dua kali lipat mencapai 183,5 juta euro. Transformasi MHP Arena menjadi stadion multiguna yang aktif menggelar konser dan acara komunitas sepanjang tahun terbukti berhasil memberikan sumber pendapatan alternatif bagi klub, sehingga pemasukan mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil pertandingan di akhir pekan.
Kendati demikian, tren positif tersebut tidak merata dirasakan oleh seluruh klub asal Jerman lainnya, di mana Bayer 04 Leverkusen justru mengalami penurunan nilai merek sebesar 3 persen menjadi 400 juta euro akibat kehilangan sebagian besar pilar utama skuad juara mereka dan masalah kestabilan pelatih. Penurunan yang lebih tajam dialami oleh Eintracht Frankfurt yang ambruk 32 persen ke angka 185 juta euro menyusul hasil kurang memuaskan di kompetisi Eropa serta perubahan posisi di klasemen Bundesliga.
Menanggapi dinamika industri sepak bola tahun ini, Head of Sports Services di Brand Finance, Scott Moore, mengungkapkan bahwa klub-klub Jerman telah membuktikan keberhasilan investasi jangka panjang pada infrastruktur komersial dan visibilitas global. "Dengan dua klub yang berada di jajaran 10 besar dunia serta satu klub dengan pertumbuhan tercepat, hal ini membuktikan bahwa strategi infrastruktur berbuah manis, meski Bundesliga secara keseluruhan masih menghadapi tantangan fluktuasi skuad yang kerap berpindah cepat," ujar Moore sebagaimana diwartakan dalam laporan tersebut.
Di level internasional, Real Madrid CF kembali mempertahankan takhtanya sebagai merek klub sepak bola paling bernilai dan terkuat di dunia dengan lonjakan nilai 25 persen menjadi 2,4 miliar euro, disusul oleh FC Barcelona di peringkat kedua dengan kenaikan 15 persen menjadi 2 miliar euro. Di sisi lain, Arsenal FC menjelma sebagai salah satu bintang paling bersinar tahun ini setelah melesat lima peringkat ke posisi tiga besar dunia menyusul kesuksesan mereka memutus puasa gelar Premier League dan menembus partai final Liga Champions.