Sebagaimana diwartakan oleh Harian Haluan Riau, pelaksanaan perhelatan akbar Pacu Jalur 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi diwarnai oleh sebuah insiden menegangkan yang melibatkan dua perahu jalur ternama di lintasan perairan.
Berdasarkan laporan di lapangan, insiden tersebut terjadi pada hilir ke-25 antara Jalur Rajo Bujang yang berasal dari Desa Padang Tanggung, Kecamatan Pangean, berhadapan dengan Jalur Keramat Jubah Merah dari Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya.
Dalam perpacuan yang sengit tersebut, Jalur Rajo Bujang sukses keluar sebagai pemenang setelah berhasil mendahului lawannya hingga garis akhir perlombaan yang meriah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, situasi di sekitar lokasi mendadak memanas tepat setelah kedua jalur melewati garis pancang finis di Tepian Narosa.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi, haluan dari Jalur Keramat Jubah Merah diduga menabrak bagian kemudi dari Jalur Rajo Bujang sesaat setelah perlombaan usai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang dan panitia pelaksana masih mendalami apakah benturan tersebut murni terjadi karena faktor teknis manuver perpacuan atau ada unsur kesengajaan.
Persoalan tidak berhenti sampai di situ, sebab ketegangan berlanjut ketika tukang concang atau pemacu paling depan dari Jalur Keramat Jubah Merah disebut sempat menarik serta menggoyang bagian selimbayung Jalur Rajo Bujang.
Situasi semakin tak terkendali ketika sejumlah anak pacu dari kubu Keramat Jubah Merah berhamburan keluar perahu dan mengejar anak pacu Rajo Bujang hingga ke kawasan seberang Taluk.
Akibat keributan yang tak terhindarkan di area pancang finis tersebut, salah seorang anak pacu dari Jalur Rajo Bujang dilaporkan mengalami luka-luka di bagian kepala.
Mengutip laporan media setempat, insiden ini kini menjadi sorotan utama dan penanganan lanjutannya diserahkan sepenuhnya kepada panitia serta Dewan Hakim Pacu Jalur 2026 guna menjaga ketertiban.