Gubernur Texas Greg Abbott melontarkan salah satu peringatan paling tajam dari seorang tokoh Partai Republik terhadap industri kecerdasan buatan, dengan menyatakan bahwa perusahaan pusat data telah menggali kuburan mereka sendiri.
"Mereka pada dasarnya menggali kuburan mereka sendiri untuk masalah yang telah ditimbulkan bagi diri mereka sendiri," ujar Abbott saat berbicara kepada Jonathan Karl di program This Week stasiun televisi ABC, seperti dikutip dari Axios pada Senin, 24 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut muncul di tengah gelombang penolakan lokal yang semakin kuat, menyusul langkah sejumlah gubernur lain seperti Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro dan Gubernur New York Kathy Hochul yang memberlakukan pembatasan serta moratorium baru.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelumnya pada November tahun lalu, Abbott sempat menyebut Texas sebagai pusat perkembangan kecerdasan buatan ketika menyambut investasi senilai USD 40 miliar bersama Google untuk pembangunan tiga kampus pusat data.
Lonjakan Permintaan Listrik dan Polemik Politik
Gelombang penolakan terhadap pusat data kini dengan cepat menjelma menjadi masalah politik yang pelik bagi industri kecerdasan buatan di tengah kekhawatiran publik terkait pasokan listrik dan infrastruktur.
Berdasarkan hasil survei Annenberg Public Policy Center bulan lalu, sebanyak 61 persen warga Amerika Serikat kini menolak pembangunan pusat data baru di wilayah mereka, meningkat dari 49 persen pada bulan Maret.
Gubernur Abbott mengungkapkan bahwa penolakan tersebut sebagian besar disebabkan oleh kecepatan pembangunan yang terlalu tinggi serta pengembang yang masuk ke dalam komunitas tanpa mencari dukungan terlebih dahulu.
Kendati demikian, para penentang regulasi ketat berargumen bahwa penolakan total terhadap pusat data merupakan sebuah kekeliruan besar mengingat sektor industri ini memiliki potensi ekonomi yang luar biasa.