Google DeepMind meluncurkan model kecerdasan buatan SL2T yang menerjemahkan bahasa isyarat American Sign Language langsung ke dalam teks tertulis. Fitur penerjemahan ini hadir terintegrasi di dalam Gboard dan aplikasi Live Transcribe pada lini perangkat Pixel 11.
Model kecerdasan buatan tersebut dirancang dengan melacak hingga 130 titik pada bagian wajah, tubuh, serta tangan pengguna secara bersamaan. Pendekatan ini memungkinkan sistem mengenali kompleksitas linguistik penuh dari bahasa isyarat yang tidak sekadar mengandalkan gerakan tangan.
Inisiatif pengembangan teknologi ini digagas oleh Sam Sepah, seorang karyawan Google yang merupakan penyandang disabilitas rungu. Pihak pengembang juga melibatkan Komite Penasihat Bahasa Isyarat AI dari berbagai organisasi tuli untuk memastikan akurasi dan relevansinya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeGoogle menegaskan bahwa teknologi SL2T ditujukan untuk komunikasi tingkat rendah dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran interpreter manusia profesional. Sistem ini dirancang untuk mempermudah percakapan sehari-hari pengguna dalam berbagai aktivitas komunikasi.
Teknologi Canggih Pelacak Ratusan Titik Wajah dan Tubuh
Penerjemahan bahasa isyarat American Sign Language memiliki kompleksitas tinggi karena makna kalimat disampaikan melalui gerakan tangan, lengan, tubuh, kepala, dan ekspresi wajah. Sistem visi komputer pada perangkat akan merekam video dan memetakannya menjadi koordinat titik.
Rekaman video mentah pengguna langsung dibuang pada perangkat setelah diproses menjadi data koordinat yang dikirimkan ke server Google. Model ini dilatih menggunakan data lebih dari 100.000 jam mencakup lebih dari 50 bahasa isyarat dengan porsi signifikan untuk American Sign Language.
Sistem cerdas tersebut juga dikonfigurasi secara khusus untuk mendukung gestur satu tangan serta mengakomodasi pengguna yang kidal. Kemampuan ini memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna saat mengoperasikan perangkat seluler dalam berbagai situasi.
Kehadiran teknologi penerjemah ini menandai babak baru dalam inovasi aksesibilitas digital bagi komunitas penyandang disabilitas rungu global. Google berharap inovasi ini dapat terus disempurnakan melalui masukan berkelanjutan dari komunitas pengguna.