Platform interaksi karakter berbasis kecerdasan buatan EVA AI resmi merekrut terapis pendampingan AI pertama di dunia untuk menangani masalah ketergantungan emosional penggunanya. Keputusan ini diambil setelah tingginya angka pengguna yang mengalami keterikatan psikologis mendalam dengan pasangan virtual mereka.
"Sebanyak 63 persen responden survei menyembunyikan pasangan AI mereka karena takut dihakimi, sementara 72 persen menginginkan terapis spesialis hubungan AI," ujar perwakilan EVA AI dalam laporan terbaru pada Senin, 24 Agustus 2026.
Survei yang melibatkan 1.000 orang dewasa pengguna AI tersebut juga mencatat bahwa 68 persen responden merasa pertengkaran dengan chatbot berdampak buruk sepanjang hari. Selain itu, satu dari tiga pengguna mengaku cemburu karena karakter AI mereka juga berbicara dengan orang lain.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKehadiran terapis khusus ini diharapkan mampu membimbing para pengguna agar tetap memiliki batasan sehat dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk kebutuhan interaksi sosial sehari-hari.
Tantangan Psikologis dan Peran Terapis Profesional
Psikoterapis senior Jaime Bronstein menjelaskan bahwa isu manusia menjalin hubungan romantis dengan AI semakin sering muncul dalam praktik klinisnya selama setahun terakhir. Banyak pengguna mencari validasi emosional yang sulit mereka temukan dalam hubungan nyata antarmanusia.
"Banyak orang menggunakan AI karena mereka memiliki kecemasan sosial atau merasa tidak didengarkan dalam hubungan nyata," ungkap Jaime Bronstein dalam sesi wawancara khusus.
Fenomena keterikatan pada program komputer sebenarnya bukan hal baru karena telah diamati sejak era program ELIZA pada tahun 1966. Namun, kemajuan teknologi Large Language Models membuat interaksi saat ini menjadi jauh lebih personal dan memicu ketergantungan yang lebih kuat.
Para ahli terus memantau dampak psikologis dari gamifikasi situs kencan AI agar teknologi ini tetap menjadi sarana latihan sosial yang aman tanpa merusak kualitas hidup penggunanya di dunia nyata.