Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang balita di lokasi pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagaimana diwartakan, korban berinisial M yang berusia dua tahun tersebut sempat mengalami sakit demam tinggi hingga kejang-kejang sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Berdasarkan laporan dari media nasional, balita tersebut bersama orang tuanya mengungsi di Bukit Puta sejak 15 Agustus 2026 pascagempa magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores. Kapolres Ngada AKBP Gede Harimbawa mengungkapkan bahwa korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit wilayah Nagekeo sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa di Kabupaten Ngada akibat kondisinya yang terus menurun.
Menanggapi peristiwa pilu ini, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan keprihatinannya yang mendalam dan menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Kemen PPPA berkomitmen untuk memastikan kondisi serta kebutuhan anak-anak yang terdampak bencana mendapatkan perhatian dan penanganan yang layak dari para pemangku kepentingan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam keterangannya, Arifah mengingatkan bahwa kelompok anak, khususnya bayi dan balita, merupakan pihak yang paling rentan dalam situasi darurat bencana. Oleh karena itu, pemenuhan hak atas kesehatan, perlindungan dari cuaca ekstrem, akses air bersih, sanitasi, serta makanan bergizi di tempat pengungsian harus menjadi prioritas bersama agar kejadian serupa tidak terulang.