Sebagaimana diberitakan dalam laporan media internasional, Hari Valentine atau Hari Kekasih mencatatkan rekor sebagai momen perayaan dengan tingkat risiko penipuan identitas tertinggi di paruh pertama 2026. Berdasarkan riset dari lembaga pemeringkat kredit Serasa Experian, tercatat sekitar 2,42% dari total verifikasi identitas yang dilakukan pada tanggal 12 Juni menunjukkan indikasi kecurangan.
Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 22,2% di atas rata-rata normal sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Praktisnya, lebih dari dua dari setiap 100 proses validasi identitas yang berlangsung pada hari tersebut terdeteksi mencurigakan, memaksa sistem keamanan untuk bekerja ekstra keras.
Berdasarkan laporan yang sama, sistem pencegahan penipuan yang diterapkan berhasil menggagalkan potensi kerugian finansial yang sangat masif hingga mencapai 20,4 juta real. Angka kerugian potensial ini menjadi yang terbesar dibandingkan dengan berbagai momen perayaan penting lainnya yang sempat dianalisis oleh lembaga tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSementara itu, posisi kedua dalam hal tingkat kerawanan ditempati oleh perayaan Hari Ibu dengan mencatatkan angka risiko penipuan sebesar 2,21%, atau berada sekitar 11,6% di atas rata-rata semesteran. Disusul kemudian oleh momen pergantian Tahun Baru yang berada di urutan berikutnya dengan tingkat risiko mencapai 2,08%.
Secara keseluruhan, riset mendalam tersebut mengkaji enam momen perayaan utama sepanjang paruh pertama tahun ini. Jika ditotal secara akumulatif, seluruh percobaan penipuan yang berhasil digagalkan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian finansial hingga menyentuh angka 94,6 juta real di tengah masyarakat.