Sebagaimana diwartakan oleh media Espos, Persatuan Ahli Gizi atau Persagi Kota Solo memberikan peringatan serius kepada para orang tua mengenai ancaman obesitas pada anak yang berisiko memicu berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi ketika mereka menginjak usia remaja.
Pelaksana Humas Persagi Solo, Maryunanto Jati Waluyo, menjelaskan bahwa penentuan status gizi pada anak tidak boleh hanya dinilai dari berat badan secara kasatmata semata, melainkan harus memperhitungkan usia serta jenis kelamin melalui indikator Indeks Massa Tubuh menurut umur.
Mengutip laporan Espos, faktor pemicu utama obesitas anak di antaranya adalah tingginya konsumsi makanan manis, makanan cepat saji, serta produk olahan ultra-proses yang memicu ketidakseimbangan energi, ditambah kebiasaan malas bergerak dan kurangnya aktivitas fisik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan laporan tersebut, risiko terberat dari kondisi ini biasanya baru akan dirasakan ketika anak memasuki bangku Sekolah Menengah Atas, di mana beberapa kasus menunjukkan tingginya kadar gula darah dan tekanan darah yang mengarah pada penyakit kronis.
Sementara itu, riset dari Yayasan Gita Pertiwi sebelumnya juga mencatat bahwa sekitar 30,9 persen pelajar tingkat SD dan SMP di Solo terindikasi mengalami kegemukan atau obesitas, sehingga peran aktif keluarga dan sekolah sangat dibutuhkan dalam membiasakan pola makan seimbang sejak dini.