Pebalap Liam Lawson kembali memperkuat tim Red Bull Racing di sirkuit Zandvoort sebagai pengganti sementara bagi Isack Hadjar yang sedang mengalami cedera. Penampilan pebalap berusia 24 tahun tersebut di ajang Grand Prix Belanda 2026 menjadi sorotan penting bagi kelanjutan kariernya di ajang balap mobil bergengsi Formula 1.
Dalam balapan tersebut, Liam Lawson sukses mengamankan posisi finis ketujuh dan menyumbangkan poin bagi Red Bull Racing setelah melalui insiden ketat di tikungan 14. Aksi impresif ini sempat memunculkan spekulasi positif mengenai peluangnya menjadi suksesor jangka panjang di tim utama setelah Max Verstappen memperpanjang kontraknya hingga 2030.
Namun, performa gemilang tersebut belum sepenuhnya meyakinkan mantan pebalap F1 Ralf Schumacher mengenai kapasitas sang pebalap Selandia Baru. Dalam siniar Backstage Boxengasse, Ralf Schumacher meragukan kemampuan konsisten Liam Lawson ketika disandingkan dengan rekan setimnya di lintasan balap F1.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRalf Schumacher mempertanyakan tingkat kompetitif lini pengemudi Red Bull Racing saat ini jika dibandingkan dengan standar juara dunia Max Verstappen. Keraguan tersebut muncul karena rekam jejak performa Liam Lawson dinilai masih belum cukup kuat untuk memimpin tim utama Red Bull di masa depan.
Keraguan Mantan Pebalap F1 Terhadap Kapasitas Liam Lawson
Kritik tajam terhadap pebalap Liam Lawson bukan kali pertama disampaikan oleh Ralf Schumacher di hadapan publik pencinta ajang balap Formula 1. Ralf Schumacher secara terbuka menyatakan keraguannya terhadap potensi sang pebalap muda untuk berkembang menjadi pebalap papan atas dunia bersama Red Bull.
"Masalah dari situasi seperti ini adalah seberapa bagus kemampuan Liam Lawson sebenarnya di lintasan F1? Dia sempat kesulitan melawan rekan setimnya, Arvid Lindblad, yang masih berstatus debutan," ujar Ralf Schumacher dalam siniar tersebut.
Lebih lanjut, Ralf Schumacher menilai manajemen Red Bull seharusnya memberikan kesempatan kepada talenta muda lain apabila meragukan kemampuan maksimal sang pebalap. Penilaian kritis ini didasarkan pada analisis performa keseluruhan dari para pengemudi yang berada di dalam akademi dan tim naungan Red Bull.
Meskipun demikian, kesempatan tampil sebagai pengganti sementara di Red Bull Racing tetap menjadi peluang emas bagi Liam Lawson membuktikan kualitasnya. Pembuktian di atas lintasan balap sisa musim 2026 akan menjadi penentu utama apakah ia layak dipertahankan secara permanen oleh tim.