Sebanyak 747 batang besi material proyek pembangunan jalan provinsi yang menghubungkan ruas Gunung Sugih dan Kotagajah di Lampung Tengah dilaporkan raib. Sebagaimana diwartakan Tribunlampung.co.id, aksi pencurian tersebut diduga dilakukan secara diam-diam dan bertahap hingga lima atau enam kali sebelum akhirnya terbongkar.
Material besi berupa potongan sepanjang 50 sentimeter dengan berat total sekitar 350 kilogram itu sebelumnya disimpan di halaman camp pekerja di kawasan Kampung Buyut. Kehilangan ratusan batang besi tersebut baru disadari oleh manajemen setelah pihak proyek melakukan penghitungan ulang material secara menyeluruh.
Koordinator Keamanan Proyek Jalan Provinsi Gunung Sugih–Kotagajah, Hengki Jaya Putra, mengungkapkan bahwa pencurian yang dilakukan secara berkala membuat hilangnya material tidak langsung disadari dalam waktu singkat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kehilangan ini diperkirakan terjadi dalam lima hingga enam tahap pencurian. Kasus baru terdeteksi setelah Kepala Koordinator Lapangan melakukan penghitungan ulang material dan menemukan adanya kekurangan material besi yang sangat signifikan," ujar Hengki, Rabu (26/8/2026).
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak pengelola proyek langsung melakukan penelusuran internal yang kemudian mengarah kepada seorang pria berinisial A. Pelaku disebut telah mengakui perbuatannya, dan pihak proyek langsung mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus ini ke Mapolres setempat.
Akibat aksi pencurian ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp43,8 juta. Lebih parahnya lagi, kelangkaan material akibat aksi kriminal tersebut berdampak langsung pada kelancaran infrastruktur publik di lapangan.
"Total kerugian yang kami alami sekitar Rp43.800.000. Dampak utamanya, pekerjaan pembangunan rigid beton kami di Kampung Buyut untuk sementara waktu harus terhenti total," pungkas Hengki seraya mendesak aparat kepolisian segera meringkus pelaku.