Inter Milan siap menatap kompetisi Eropa musim ini dengan optimisme tinggi setelah hasil drawing menempatkan mereka dalam grup yang kompetitif. Presiden Inter Milan Beppe Marotta menegaskan bahwa timnya mempunyai hak penuh untuk bermimpi meraih gelar juara Liga Champions 2026/27.
Berdasarkan hasil undian fase liga yang digelar di Monaco, Nerazzurri dijadwalkan menghadapi delapan lawan berbeda, termasuk laga kandang melawan Liverpool, Club Brugge, Shakhtar Donetsk, dan VfB Stuttgart. Selain itu, Inter juga akan bertandang menghadapi Real Madrid, Borussia Dortmund, Feyenoord, serta Slovan Bratislava.
Pertemuan melawan Real Madrid menjadi salah satu sorotan utama karena menghadirkan reuni emosional dengan mantan pelatih peraih treble winners Jose Mourinho yang kini menukangi Los Blancos. Kehadiran juru taktik asal Portugal tersebut dipastikan menambah daya tarik tersendiri dalam perjalanan Nerazzurri di pentas Eropa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMusim lalu, langkah Inter di kancah Eropa harus terhenti di babak play-off setelah disingkirkan oleh Bodo/Glimt, sebuah hasil yang coba dibayar tuntas melalui ambisi besar musim ini. Dengan pengalaman mencapai dua final dalam empat musim terakhir serta status sebagai tim unggulan teratas, klub asal Italia tersebut mematok target tinggi.
Ambisi Besar Inter Milan dan Reuni Mourinho
Persiapan matang telah dilakukan Inter Milan pada bursa transfer musim panas ini dengan mendatangkan tiga pemain tim nasional Inggris, yakni Curtis Jones dari Liverpool, Djed Spence dari Tottenham Hotspur, serta John Stones yang didatangkan secara gratis.
Beppe Marotta menyatakan bahwa kehadiran para pemain berpengalaman tersebut merupakan hasil evaluasi mendalam dari tim teknis termasuk Piero Ausilio, Dario Baccin, dan pelatih Cristian Chivu guna memperkuat kedalaman skuad.
Format baru fase liga yang diterapkan di ajang Champions League dinilai sangat tidak terduga dan menuntut konsistensi tinggi dari setiap kontestan hingga pertandingan terakhir babak penyisihan.
Meskipun menyadari beratnya persaingan dengan sistem baru tersebut, manajemen tetap menanamkan mentalitas juara demi mengulang kejayaan masa lalu di panggung sepak bola paling bergengsi di dunia.