Sebagaimana diwartakan dalam laporan media, ajang Suadesa Festival 2026 yang diinisiasi oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, tidak hanya berfokus pada perputaran ekonomi kerakyatan melalui sentra kuliner dan UMKM.
Mengutip laporan media, festival yang digelar meriah selama dua hari di kawasan Tiyasan, Condongcatur, Sleman, tersebut juga memberikan ruang luas bagi masyarakat untuk memperkenalkan, menampilkan, serta melestarikan ragam kesenian asli daerah.
Berdasarkan laporan media, kemeriahan budaya sudah terasa sejak hari pertama penyelenggaraan melalui aksi kirab budaya yang menampilkan gunungan hasil bumi, Bregodo Lombok Abang, hingga barisan prajurit perempuan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diberitakan oleh media, rangkaian acara kemudian berlanjut pada hari berikutnya dengan penampilan memukau dari Seni Kasidah Badui Walisongo Gandok Tambakan yang memadukan keindahan tari, musik, vokal, serta nuansa religi.
Menurut laporan media, Ketua Seni Kasidah Badui Walisongo Gandok Tambakan, Mukholid Hidayat, menyatakan bahwa kelompoknya melibatkan puluhan penari, pemusik, dan vokalis untuk membawakan delapan lagu bernuansa religi serta kebangsaan.
Mengutip laporan media, Mukholid mengungkapkan "Ini satu-satunya kesenian religi yang memiliki tari dan gerakan khas yang ada di Kabupaten Sleman, dan di luar Sleman belum ada Badui seperti ini".
Berdasarkan laporan media, para pelaku seni lokal menyambut antusias kegiatan ini karena tidak hanya menjadi sarana pementasan, tetapi juga berhasil memperkuat ikatan kebersamaan serta kerukunan antarwarga di tengah masyarakat.