Sebagaimana diwartakan, Sekretaris Kabinet atau Seskab Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa enam armada pesawat milik TNI Angkatan Udara kembali diberangkatkan guna mengangkut misi kemanusiaan serta bantuan darurat ke sejumlah wilayah terdampak bencana.
Berdasarkan laporan resmi dari pihak istana, pengiriman logistik skala besar tersebut mulai mengudara pada Senin pagi demi mempercepat proses penanganan bencana yang melanda wilayah tanah air.
"Hari ini, Senin pagi, pada pukul 04.30 WIB, kembali diberangkatkan 6 pesawat TNI AU untuk membawa bantuan ke wilayah terdampak bencana," ungkap Teddy sebagaimana dikutip dari keterangan resminya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut dirincikan bahwa dari total enam armada tersebut, tiga pesawat diproyeksikan terbang menuju wilayah Nusa Tenggara Timur atau NTT, khususnya kawasan Labuan Bajo dan Maumere.
Kargo penerbangan menuju NTT tersebut membawa total 31 ton logistik siap santap termasuk biskuit, wafer, protein bar, roti, hingga mainan khusus anak-anak korban gempa.
Sementara itu, tiga pesawat TNI AU lainnya mengemban misi strategis membawa perlengkapan khusus untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di pulau Kalimantan.
Penerbangan bantuan karhutla ini masing-masing diarahkan menuju Pontianak di Kalimantan Barat, Palangkaraya di Kalimantan Tengah, hingga Banjarmasin di Kalimantan Selatan.
Dalam pengiriman tahap awal ini, ketiga pesawat sukses mengangkut 500 unit mesin pompa air dari total keseluruhan 2.000 unit yang dijadwalkan tiba secara bertahap.
Bantuan mesin pompa air tersebut merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto guna memenuhi permohonan para gubernur setempat di Kalimantan.
"Setiap mesin dilengkapi selang/pipa sepanjang 1 kilometer untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran, khususnya di kawasan lahan gambut," jelas Seskab Teddy.
Menutup keterangannya, pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk terus hadir membersamai masyarakat terdampak agar penanganan darurat dapat berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran.