Berdasarkan laporan media internasional The Associated Press, persediaan rudal pencegat Patriot milik Amerika Serikat dan NATO di kawasan Eropa dilaporkan mengalami penurunan hingga berada pada level yang mengkhawatirkan.
Mengutip keterangan dari pejabat pertahanan AS dan pejabat NATO yang enggan disebutkan namanya, penipisan stok amunisi ini dipicu oleh eskalasi konflik yang melibatkan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Kondisi tersebut memunculkan kecemasan mendalam di kalangan pengamat militer mengenai kemampuan aliansi dalam menghadapi potensi serangan rudal balistik berskala besar dari Rusia apabila situasi keamanan di Eropa memburuk.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSistem pertahanan udara Patriot sendiri memegang peranan krusial sebagai salah satu lapisan pelindung utama Eropa dalam mendeteksi serta mencegat berbagai ancaman udara berkecepatan tinggi.
Sebagaimana diwartakan, pemindahan sebagian aset pertahanan udara dari Eropa ke kawasan Teluk demi memperkuat posisi pasukan AS dalam menghadapi gempuran di Timur Tengah telah memperlambat pasokan amunisi regional.
Kendati demikian, pihak otoritas militer terkait dikabarkan tetap berupaya menjaga kesiapan tempur serta memastikan kelangsungan strategi pertahanan aliansi di tengah tekanan konflik yang terus bergulir.